Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

H+1 Lebaran: Polda Jabar Fokus Amankan Jalur Wisata

Desi Rossilawati
Minggu, 22 Maret 2026 | 13:29 WIB
Bagikan
H+1 Lebaran: Polda Jabar Fokus Amankan Jalur Wisata

VISI.NEWS | BANDUNG - Pasca-puncak arus mudik, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat kini mulai mengalihkan fokus pengamanan ke jalur-jalur menuju destinasi wisata pada H+1 Lebaran, Minggu (22/3/2026). Langkah ini diambil merespons lonjakan mobilitas masyarakat yang hendak menghabiskan waktu libur di berbagai objek wisata di wilayah Jawa Barat.

Pantauan di lapangan menunjukkan arus lalu lintas di Exit Tol Pasteur terpantau ramai lancar. Meski tidak terjadi antrean panjang di dalam tol, kepadatan mulai terlihat di lampu lalu lintas Pasteur menuju Flyover Kusumaatmadja. Kendaraan dengan pelat nomor luar kota terpantau mendominasi pergerakan ke arah Jalan Setiabudi dan kawasan wisata Lembang.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, mengungkapkan bahwa pihaknya kini memprioritaskan lima klaster pengamanan, yakni tempat ibadah, pusat transportasi, jalan tol, jalur arteri, hingga kawasan wisata.

"Terjadi peningkatan arus kendaraan hingga 30 persen di sejumlah tempat wisata. Kondisi ini diprediksi akan berlanjut bahkan meningkat pada hari kedua, seiring tingginya aktivitas silaturahmi dan pergerakan wisata masyarakat, termasuk para pemudik yang telah tiba di kampung halaman," kata Rudi dalam keterangannya.

Polisi memberikan perhatian khusus pada titik-titik krusial yang diprediksi akan mengalami kepadatan ekstrem, seperti kawasan Puncak (Taman Safari), Lembang, Ciwidey, hingga Pantai Pangandaran.

"Sejumlah lokasi wisata menjadi perhatian khusus aparat kepolisian karena tingginya tingkat kunjungan, di antaranya kawasan Puncak yang meliputi Taman Safari, Lembang, Ciwidey, hingga Pantai Pangandaran. Kepadatan di titik-titik tersebut telah diantisipasi melalui peningkatan pengamanan sejak awal libur Lebaran," ungkapnya.

Dirlantas Polda Jabar, Kombes Pol Raydian Kokrosono, menjelaskan bahwa sejumlah strategi telah disiapkan untuk mengurai potensi kemacetan. Selain penempatan personel statis, tim urai kemacetan juga dikerahkan secara mobile untuk merespons titik kepadatan secara cepat.

"Selain penempatan personel di titik-titik rawan (ploting statis), juga disiagakan tim urai kemacetan yang bergerak secara mobile. Penggunaan teknologi drone turut dioptimalkan untuk memantau kondisi lalu lintas secara real-time dan mengidentifikasi penyebab kepadatan secara cepat dan akurat," jelas Raydian.

Selain itu, Polda Jabar juga menerapkan rekayasa lalu lintas berupa delaying system atau sistem penundaan arus. Skema ini bertujuan untuk mengatur volume kendaraan secara bergantian sebelum diberlakukannya sistem satu arah (one way), khususnya di jalur Puncak yang memiliki kerawanan kepadatan tinggi.

"Strategi ini dinilai efektif, khususnya di kawasan Puncak, untuk mengatur volume kendaraan dari dua arah secara bergantian sehingga mengurangi kepadatan," pungkasnya. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.