Gusdurian Peduli Bantu Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi

ED
Sabtu, 13 Januari 2024 | 17:42 WIB
Bagikan
Gusdurian Peduli Bantu Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi

Saat ini, bantuan ini masih dalam perjalan dari Surabaya ke Maumere melalui kapal laut. "Kita akan jemput bola. Bila barangnya sudah di Maumere akan kita ambil ke sana. Dengan demikian apa-apa yang menjadi kebutuhan pengungsi bisa disalurkan dengan segera," tambah Balawala.

Dalam menyalurkan bantuan, Gusdurian Peduli menghadapi hambatan seperti terbatasnya personel relawan, jarak antar desa yang jauh, daerah merah, dan keterbatasan logistik lokal dan mobilisasi sumber daya dari luar NTT yang membutuhkan biaya besar.

"Ada beberapa kebutuhan lain yang masih sangat diperlukan oleh para pengungsi, seperti bahan makanan, kelambu, layanan untuk kelompok rentan dan lain sebagainya tapi kami terbatas jarak dan jumlah relawan," terang Mansetus.

Bagi masyarakat yang ingin membantu warga terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, bantuan bisa disalurkan melalui galang dana Gusdurian Peduli di kitabisa.com/humanityforall atau Rekening BCA 8610603999 a.n Yayasan Jaringan Gusdurian Peduli dengan keterangan Flores Timur.

Bantuan berupa barang dikirim ke Posko Gusdurian Peduli yang berlokasi di Jalan III Lorong Alem Mart, RT 15 RW 07 Lingkungan Tabali, Kelurahan Sarotari, Larantuka, Kabupaten Flores Timur, NTT. Bantuan yang dikirim dapat mengonfirmasinya ke Mansetus Balawala di nomor 081233780480.

Gunung Lewotobi naik status level IV, 5.464 orang diungsikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan ada 5.464 orang mengungsi akibat peningkatan aktivitas vulkanik yang terjadi pada Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan para pengungsi itu terdiri dari 2.659 laki-laki dan 2.805 perempuan. "Data terpilah dari total tersebut, diantaranya lansia 575 jiwa, anak-anak 312 jiwa, ibu menyusui 118 jiwa, balita 76 jiwa, ibu hamil 23 jiwa, dan disabilitas 12 jiwa," kata Muhari dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Jumlah pengungsi terbanyak, lanjutnya, berasal dari Kecamatan Wulanggitang yang mencapai 3.609 orang, lalu diikuti pengungsi dari Kecamatan Titehena yang mencapai 1.698 orang.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.