Gus Ipul: Penerima Bansos Akan Disesuaikan Berdasarkan Pemutakhiran DTSEN
Editor
Desi Rossilawati
Selasa, 8 Juli 2025 | 19:00 WIB
VISI.NEWS | JAKARTA - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan bahwa sejumlah masyarakat tidak lagi layak menerima bantuan sosial (bansos) setelah dilakukan verifikasi melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Hal tersebut diungkapkannya usai Rapat Koordinasi Implementasi Penggunaan DTSEN di Grand Mercure, Jakarta, Selasa (8/7/2025).
Gus Ipul menjelaskan, penerima bansos yang masuk dalam kategori tidak layak umumnya berada pada Desil 6 hingga 10 dalam pemeringkatan kesejahteraan. Menurutnya, bantuan akan dialihkan kepada masyarakat yang lebih membutuhkan, yaitu yang berada di Desil 1 hingga 4.
“Jadi alokasinya tetap. Alokasi untuk penerima bansosnya tetap. Kita alokasikan kepada mereka yang lebih berhak. Yang berada di Desil 1, 2, 3, dan 4,” kata Gus Ipul.
Ia menambahkan, sekitar 1,9 juta data penerima bansos yang termasuk dalam inclusion error telah dicoret karena berada di Desil 6 sampai 10. Namun, jumlah total penerima bansos tidak dikurangi.
“Jadi alokasi bantuannya tetap tidak berubah. Untuk program PKH, 10 juta keluarga penerima. Untuk bantuan pangan tunai atau sembako, 18,3 juta penerima manfaat atau keluarga penerima manfaat,” jelasnya.
Menurut Gus Ipul, penentuan kelayakan penerima bansos didasarkan pada berbagai variabel yang dinilai oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Variabel tersebut mencakup pengeluaran individu, kondisi rumah, hingga pertanyaan terkait kondisi psikologis.
Ia mengatakan klasifikasi tersebut berdasarkan pemeringkatan yang dilakukan BPS melalui pemutakhiran data berkala.
Gus Ipul juga menegaskan, masyarakat yang sudah graduasi dari status penerima bansos tidak bisa langsung masuk kembali, kecuali ada perubahan signifikan dalam kondisi sosial-ekonomi mereka.
“Nanti enggak bisa lagi kalau dia sudah misalnya graduasi ya, lalu tiba-tiba dia masuk lagi. Jadi itu paling enggak akan dideteksi oleh sistem kita. Apakah mereka ini usahanya gagal atau apa sehingga dia turun lagi,” tegasnya.
“Karena kita yakin bahwa dinamis itu tadi, mungkin sekarang orang merasa cukup berdaya atau keluarga mandiri. Bisa jadi tiba-tiba usahanya mungkin mengalami masalah, lalu dia masuk jadi ke desil 2 atau 3 lagi,” tambahnya. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!