Gus Fawait: Kepala BGN Baru Berintegritas, Jember Siap Sukseskan MBG
Lebih lanjut, Bupati Jember menjelaskan bahwa manfaat Program MBG tidak berhenti pada aspek kesehatan semata. Di balik program tersebut terdapat potensi ekonomi yang sangat besar bagi masyarakat daerah, khususnya sektor pertanian dan UMKM.
Ia mengungkapkan bahwa Kabupaten Jember diproyeksikan akan memiliki sekitar 400 dapur SPPG yang tersebar di berbagai wilayah. Keberadaan dapur-dapur tersebut akan membutuhkan pasokan bahan pangan dalam jumlah besar setiap hari, mulai dari beras, sayuran, buah-buahan, telur, ikan, hingga berbagai produk olahan lokal.
“Jika seluruh dapur SPPG beroperasi maksimal, maka diperkirakan akan terjadi perputaran uang hingga mencapai Rp4,6 triliun. Ini angka yang sangat besar dan manfaatnya akan dirasakan langsung oleh petani, buruh tani, peternak, nelayan, hingga pelaku UMKM yang menjadi bagian dari rantai pasok program ini,” jelasnya.
Gus Fawait menambahkan, dampak ekonomi Program MBG mulai terlihat di sejumlah wilayah Kabupaten Jember. Salah satu contoh nyata adalah meningkatnya harga komoditas jeruk di kawasan Jember Barat yang kini menjadi salah satu pemasok kebutuhan program tersebut.
“Dulu harga jeruk hanya berkisar Rp3.000 sampai Rp4.000 per kilogram. Setelah ada kebutuhan pasar yang lebih besar melalui program ini, harganya meningkat menjadi Rp10.000 hingga Rp15.000 per kilogram. Ini menunjukkan bahwa program MBG mampu menciptakan pasar yang jelas bagi hasil pertanian masyarakat,” ungkapnya.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi bukti bahwa Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya menyelesaikan persoalan gizi, tetapi juga membantu menjaga stabilitas harga komoditas pertanian sehingga petani memperoleh keuntungan yang lebih layak.
“Ketika hasil panen terserap dengan baik, harga menjadi lebih stabil dan petani mendapatkan kepastian pasar. Ini yang selama ini menjadi harapan para petani kita,” katanya.
Meski demikian, Gus Fawait menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Jember tidak hanya berperan sebagai pendukung program, tetapi juga siap melakukan pengawasan dan evaluasi secara berkelanjutan agar pelaksanaannya berjalan optimal.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!