"Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026

Guru Besar ITB Tawarkan Pengendalian Serangga Oleh Hayati

ED
Senin, 21 November 2022 | 13:01 WIB
Bagikan
Guru Besar ITB Tawarkan Pengendalian Serangga Oleh Hayati

VISI.NEWS | KOTA BANDUNG - Serangga sesungguhnya adalah makhluk paling dominan di dunia. Keberadaannya saat ini diperkirakan mencapai 10 kuintiliun (Qi).

Hal ini disampaikan Profesor Tjandra Anggraeni, saat menyampaikan orasi ilmiah guru besarnya berjudul 'Pengendalian Hayati Serangga Hama' dalam Forum Guru Besar (FGB) ITB yang dilaksanakan di Aula Barat, Sabtu (19/11/2022).

Serangga dianggap sebagai hama sejak awal abad ke-20 sehingga mendorong ditemukannya teknologi pemusnah hama atau DDT pada tahun 1944. Namun pda 1960 Rachel Carlson mengungkapkan bahaya penggunaan DDT melalui bukunya yang berjudul “Silent Spring”.

“Terbitnya buku ini terus menjadi perhatian manusia sampai dilarangnya penggunaan DDT beberapa tahun kemudian,” ujarnya, dilansir dari laman resmi Portal Jabar.

Orasi ilmiah Prof. Tjandra berdasarkan hasil penelitiannya, yaitu pengaruh agen hayati terhadap sistem imun serangga, dan aspek fisiologi serangga. Dalam penelitian ini, Profesor Tjandra menggunakan agen hayati jamur. Hasilnya, serangga bisa mati karena kerusakan bagian dalam tubuh akibat jamur invasif, atau deposit toksin jamur, sehingga serangga mati keracunan.

Menurut Tjandra, pengendalian serangga hayati diperlukan seiring dengan munculnya masalah-masalah baru dalam pengendalian serangga. Di antaranya resistensi serangga hama, ledakan hama sekunder, dan polusi yang berujung pada penyakit bagi manusia.

Pengendailan hayati merupakan bagian dari pengendalian hama terpadu (PHT), yang menjadi salah satu solusi yang ditawarkan saat ini. Selain pengendalian hayati, dalam PHT terdapat pengendalian kultural, fisik, dan pengendalian secara kimia dengan insektisida dosis ringan, jika hasil yang diinginkan belum tercapai.

“Serangga akan terus berevolusi sehingga saat ini terdapat setidaknya 30 ordo serangga, dan akan terus bertambah. Jumlah jenis serangga dalam setiap ordo juga bervariasi,” katanya.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.