Gubernur Jabar Tegaskan Aturan Pengelolaan Sampah di Jawa Barat
Editor
Desi Rossilawati
Minggu, 10 Agustus 2025 | 16:44 WIB
VISI.NEWS | CIANJUR - Pemerintah Provinsi Jawa Barat berjanji akan menuntaskan persoalan sampah secara terpadu mulai dari tingkat rumah tangga. Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, menegaskan akan menghentikan penyaluran bantuan kepada pemerintah kota, kabupaten, kelurahan, maupun desa yang tidak menjalankan pengelolaan sampah sesuai ketentuan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
“Kita tidak bisa hanya mengeluarkan instruksi tanpa adanya reward dan punishment,” ujar Dedi usai rapat koordinasi kepala daerah di Pendopo Bupati Cianjur, Sabtu (9/8/2025) malam.
Ia menekankan, bantuan dari Pemprov harus menjadi pemicu kreativitas, inovasi, serta rasa tanggung jawab masyarakat terhadap lingkungan. Apabila tidak memberikan dampak positif bagi kebersihan dan pengelolaan sampah, bantuan tersebut akan dicabut.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemprov Jabar menggelar lomba Gapura Sri Baduga dengan total hadiah Rp 9 miliar, di mana aspek kebersihan dan pengelolaan sampah menyumbang 40 persen dari nilai penilaian. Selain itu, pada 20 Agustus akan diluncurkan gerakan kebersihan yang melibatkan seluruh lapisan, mulai dari tingkat provinsi hingga rumah tangga.
Program ini juga mencakup penobatan Mahkota Binokasih bagi kota terbersih di Jabar, yang berhak atas hadiah pembangunan senilai Rp 15 miliar. Seluruh agenda diarahkan untuk mendorong pengelolaan sampah berkelanjutan melalui konsep Refuse Derived Fuel (RDF) yang mengubah sampah menjadi sumber energi.
@ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!