Gubernur Jabar Bantah Isu Premanisme Hambat Pabrik BYD: “Itu Berita Lama”
Editor
Desi Rossilawati
Kamis, 24 April 2025 | 13:30 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, membantah kabar yang menyebut adanya gangguan dari organisasi masyarakat (ormas) terhadap pembangunan pabrik mobil listrik BYD asal Tiongkok di Subang. Menurut Dedi, isu tersebut sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini.
"Nggak itu berita lama. Cek saja sekarang sudah sangat aman," ujar Dedi di Gedung Pakuan, Kota Bandung, dikutip Kamis (24/4/2025).
Ia menyatakan bahwa situasi di lokasi pembangunan sudah jauh lebih kondusif setelah adanya tindakan terhadap ormas yang sempat mengganggu. Bahkan, aktivitas liar di sekitar kawasan industri kini nyaris tidak terlihat.
"Dicek deh, nggak ada lagi itu premanisme sekarang di sana. Yang, yang jualin Aqua aja udah hampir nggak ada sekarang. nggak ada. Itu cerita lama aja. Makanya yang diperlukan oleh kita itu tindakan. Jadi kalau ada problem ambil tindakan, ada problem ambil tindakan," tegasnya.
Namun demikian, Dedi mengakui bahwa hambatan pembangunan kini justru berasal dari proses pembebasan lahan. Ia menyebut adanya praktik percaloan tanah yang memanfaatkan situasi untuk meraup keuntungan besar dari investor.
"Nah, tinggal ada beberapa wilayah yang pembebasan tanahnya masih terkendala. Sebenarnya Problem di gini loh, problem di Subang itu bukan di premanisme, problem di Subang itu adalah di percaloan tanah," ungkapnya.
Pernyataan ini muncul menanggapi pernyataan Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, yang sebelumnya meminta pemerintah bertindak tegas terhadap ormas yang diduga mengganggu proyek strategis tersebut. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!