Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Gubernur Jabar Bantah Isu Premanisme Hambat Pabrik BYD: “Itu Berita Lama”

Desi Rossilawati
Kamis, 24 April 2025 | 13:30 WIB
Bagikan
Gubernur Jabar Bantah Isu Premanisme Hambat Pabrik BYD: “Itu Berita Lama”
VISI.NEWS | BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, membantah kabar yang menyebut adanya gangguan dari organisasi masyarakat (ormas) terhadap pembangunan pabrik mobil listrik BYD asal Tiongkok di Subang. Menurut Dedi, isu tersebut sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini. "Nggak itu berita lama. Cek saja sekarang sudah sangat aman," ujar Dedi di Gedung Pakuan, Kota Bandung, dikutip Kamis (24/4/2025). Ia menyatakan bahwa situasi di lokasi pembangunan sudah jauh lebih kondusif setelah adanya tindakan terhadap ormas yang sempat mengganggu. Bahkan, aktivitas liar di sekitar kawasan industri kini nyaris tidak terlihat. "Dicek deh, nggak ada lagi itu premanisme sekarang di sana. Yang, yang jualin Aqua aja udah hampir nggak ada sekarang. nggak ada. Itu cerita lama aja. Makanya yang diperlukan oleh kita itu tindakan. Jadi kalau ada problem ambil tindakan, ada problem ambil tindakan," tegasnya. Namun demikian, Dedi mengakui bahwa hambatan pembangunan kini justru berasal dari proses pembebasan lahan. Ia menyebut adanya praktik percaloan tanah yang memanfaatkan situasi untuk meraup keuntungan besar dari investor. "Nah, tinggal ada beberapa wilayah yang pembebasan tanahnya masih terkendala. Sebenarnya Problem di gini loh, problem di Subang itu bukan di premanisme, problem di Subang itu adalah di percaloan tanah," ungkapnya. Pernyataan ini muncul menanggapi pernyataan Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, yang sebelumnya meminta pemerintah bertindak tegas terhadap ormas yang diduga mengganggu proyek strategis tersebut. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.