Green House Mangkrak FP-UNS Jadi Tempat Latihan Pertanian Hidroponik
VISI.NEWS | SOLO - Bangunan green house Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (FP-UNS) yang belakangan setidaknya selama hampir 2 tahun masa pandemi Covid-19 mangkrak, kini dihidupkan kembali untuk mengembangkan penelitian dan budidaya tanaman hortikultura sayur-mayur dengan sistem hidroponik.
FP-UNS bekerjasama dengan pihak swasta, PT Kediri Lebih Makmur (KLM) Agro, memanfaatkan bangunan green house di tepi Danau UNS tersebut untuk budidaya tanaman sayur-mayur secara hidroponik menggunakan instalasi yang dirancang dan diciptakan untuk melatih para mahasiswa FP - UNS yang melibatkan praktisi PT KLM.
Dr. Edi Triharyanto, dosen FP-UNS sebagai penanggung jawab dan pembimbing mahasiswa pada Pelatihan Mahasiswa Program Lompatan Kreatif UNS 2021, menjelaskan kepada wartawan, di sela pembukaan pelatihan, Selasa (5/10/2021), dalam pelatihan tersebut sebanyak 20 mahasiswa menjadi yang disiapkan sebagai start up melalui penelitian dan pengembangan sistem pertanian hidroponik.
"Green house FP-UNS kelanjutannya akan dikembangkan menjadi teaching factory. Para mahasiswa bisa memanfaatkan untuk penelitian sistem pertanian hidroponik melalui program pelatihan dan mendapatkan 12 SKS belajar di luar kampus," katanya.
Pada pembukaan pelatihan tersebut, menurut Dr. Edi Triharyanto, sebanyak 20 mahasiswa dilatih mengelola budidaya tanaman sayur-mayur organik dan menangani pembuatan instalasi hidroponik, merakit sistem monitoring IOT hidroponik, membuat nutrisi dan budidaya tanaman hidroponik dan lain-lain.
Kelanjutan pemanfaatan green house, sambungnya, akan dijadikan teaching factory dengan kurikulum pelatihan yang disusun khusus dan akan ditawarkan kepada masyarakat agar dapat menambah income revenue generating bagi fakultas.
"Meskipun sedikit, harus ada kompensasi untuk perawatan fasilitas green house. Sehingga, pengelolaan fasilitas itu tidak hanya menggantungkan anggaran negara," tandasnya.
Menyinggung PT KLM Agro yang digandeng sebagai mitra FP-UNS, Dr. Edi Triharyanto, mengungkapkan, melalui kerjasama tersebut ke-20 mahasiswa peserta pelatihan bisa mengembangkan pengelolaan usaha pertanian organik dengan sistem hidroponik, dari perancangan instalasi sampai penyiapan sumber daya pemasaran.
Imam Zarkasi, Direktur PT KLM Agro, menjelaskan, budidaya pertanian dengan sistem hidroponik di Kediri sejak terjadinya pandemi berkembang pesat.
Pemkot Kediri yang mendorong program tersebut untuk padat karya bagi warga terdampak pandemi, katanya, mengawali percontohan bercocok tanam hidroponik di 8 titik di Kota Kediri dan kini telah berkembang di berbagai lokasi.
"Awalnya masyarakat belajar bercocok tanam sampai penanganan pasca panen dan membuka akses pasar dari 8 titik itu. Kini orang yang semula khawatir menanam sayuran tak bisa menjual atau ada pasar tak ada barang, semua hasil tanaman hidroponik bisa laku. Bahkan, di Kota Kediri saja permintaan pasar sangat besar, karena makin banyak orang sadar pentingnya makanan sehat yang bebas pestisida," ujar Imam.@tok
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!