Gowes Pilah Sampah di Rancaekek, Bupati Launching Pembangunan TPS3R
Kang DS mengatakan, setiap hari pada umumnya manusia atau masyarakat makan antara dua sampai tiga hari.
"Maka secara otomatis ada sisa sampah. Di antaranya sampah sisa makan, sampah sisa kegiatan dan sebagainya sehingga menghasilkan sampah. Setelah kita hitung dan berdasarkan survei, setiap orang mengeluarkan sampah 0,3 kg per hari,. Maka ini merupakan tanggungjawab kita bersama. Dengan kekompakan dan kerjasama, saya yakin persoalan sampah bisa selesai," tuturnya.
Kang DS mengucapkan terima kasih kepada Kepala DPUTR, Kepala Disperkintan dan Kepala Dinas Lingkungan (DLH) Kabupaten Bandung yang sudah mengadakan kolaborasi dalam penanganan sampah, karena masing-masing punya tanggungjawab.
"DPUTR mendorong persampahan selesai. Disperkintan, terkait dengan tata ruang dan juga kawasan perumahan. DLH bagian yang terpisahkan dalam lingkungan terkait pengolahan sampah," kata Kang DS.
Ia mengajak masyarakat untuk membuat LCO di rumahnya masing-masing, minimal 2 LCO.
"Sampah organik bisa dimasukkan ke LCO, mulai dari sisa makanan dan akhirnya bisa dijadikan kompos untuk menyuburkan tanaman," ujarnya.
Sementara itu, Bunda Bedas sekaligus Ketua KORMI Kabupaten Bandung Emma Dety Dadang Supriatna berharap melalui kegiatan Gowes Pilah Sampah di Kelurahan Rancaekek ini, masyarakat bisa terbiasa memilah daripada sampah organik.
"Sampah organik yang menimbulkan bau. Pilah sampah dari rumahnya masing-masing. Yang utama, yaitu sampah organik supaya terbebas dari masalah sampah. Yang paling utama sampah yang bau," kata Emma.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!