GIFA-METEC 2026 Dorong Hilirisasi Industri Logam Indonesia
[Ki-Ka] Dadang Asikin (Ketua GAMMA), Lars Wismer (Managing Director Messe Düsseldorf Asia), Lia Indriasari (Country General Manager PT Pamerindo Indonesia), Iwan Lukito (Wakil Ketua Umum APLINDO). /visi.news/ist
Keterlibatan perusahaan dari berbagai negara tersebut menunjukkan besarnya peluang kerja sama teknologi dan investasi dalam pengembangan industri logam Indonesia.
Dorong Kolaborasi Lintas Industri
Penyelenggara menilai perkembangan industri logam nasional membutuhkan ekosistem yang saling terhubung. Penguatan kapasitas produksi logam primer harus berjalan seiring dengan pengembangan industri manufaktur hilir, peningkatan kompetensi tenaga kerja, penerapan teknologi, serta penguatan sistem pengendalian kualitas.
Lia Indriasari mengatakan GIFA dan METEC Indonesia berupaya mendekatkan komunitas teknologi internasional dengan pelaku industri nasional agar tercipta diskusi dan kerja sama yang lebih konkret.
“Dengan mendekatkan komunitas teknologi internasional yang relevan kepada industri Indonesia, kami bertujuan mendukung diskusi bisnis yang berbasis informasi mengenai produktivitas dan pengembangan rantai nilai,” ujar Lia.
Menurutnya, pameran tidak hanya menjadi tempat untuk memperkenalkan produk dan teknologi, tetapi juga menjadi ruang bagi pelaku industri untuk memahami perkembangan teknologi sekaligus menemukan mitra yang sesuai dengan kebutuhan produksi.
Dengan semakin kuatnya agenda hilirisasi, Indonesia kini memasuki fase penting dalam transformasi industri logam. Investasi pada sektor pertambangan dan pengolahan mineral perlu diikuti kemampuan mengolah produk menjadi barang dengan nilai tambah lebih tinggi.
Dalam konteks tersebut, GIFA dan METEC Indonesia 2026 diharapkan dapat menjadi salah satu platform yang mempertemukan kebutuhan industri nasional dengan teknologi, pengetahuan, serta pengalaman internasional.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!