GIFA-METEC 2026 Dorong Hilirisasi Industri Logam Indonesia

ED
PN
Rabu, 19 Agustus 2026 | 21:33 WIB
Bagikan
GIFA-METEC 2026 Dorong Hilirisasi Industri Logam Indonesia

[Ki-Ka] Dadang Asikin (Ketua GAMMA), Lars Wismer (Managing Director Messe Düsseldorf Asia), Lia Indriasari (Country General Manager PT Pamerindo Indonesia), Iwan Lukito (Wakil Ketua Umum APLINDO). /visi.news/ist

Sementara itu, kapasitas terpasang smelter aluminium Inalum disebut dapat mencapai 1,975 juta ton pada 2026. Angka tersebut jauh lebih besar dibandingkan kebutuhan domestik aluminium primer yang berada di kisaran 520.000 ton per tahun.

Kondisi tersebut membuka peluang pengembangan industri hilir aluminium, termasuk produksi lembaran, foil, ekstrusi, kawat, produk cor, serta berbagai komponen manufaktur.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, GIFA dan METEC Indonesia 2026 untuk pertama kalinya menghadirkan Aluminium Pavilion.

Paviliun khusus ini akan menampilkan berbagai teknologi, antara lain peleburan, pengecoran, pengembangan paduan, fabrikasi, pemotongan presisi, daur ulang, pengolahan scrap, hingga material handling.

Sejumlah perusahaan yang akan berpartisipasi di antaranya ABP Induction Systems GmbH, Foshan Diamond Technology Co., Ltd., dan Henan Tosta Machinery Co., Ltd.

“Aluminium berada di titik temu sejumlah prioritas industri Indonesia, termasuk hilirisasi, daya saing manufaktur, pembangunan infrastruktur, integrasi rantai pasok otomotif, serta transisi energi,” kata Lars Wismer.

Menurutnya, kehadiran Aluminium Pavilion menjadi respons terhadap kebutuhan industri untuk membangun hubungan yang lebih erat antara produksi aluminium primer dengan manufaktur hilir.

“Aluminium Pavilion yang baru ini merespons kebutuhan pasar akan hubungan yang lebih erat antara produksi aluminium primer dan manufaktur hilir,” tambahnya.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.