GIFA-METEC 2026 Dorong Hilirisasi Aluminium Indonesia

ED
PN
Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:00 WIB
Bagikan
GIFA-METEC 2026 Dorong Hilirisasi Aluminium Indonesia

Kondisi tersebut menunjukkan masih terbukanya ruang pengembangan industri hilir aluminium di Indonesia.

Artinya, tantangan Indonesia bukan hanya meningkatkan produksi aluminium primer, tetapi juga membangun kemampuan untuk mengolahnya menjadi produk dengan nilai tambah lebih tinggi.

Di sinilah kebutuhan terhadap teknologi menjadi semakin penting.

Industri membutuhkan teknologi pengecoran, thermal processing, simulasi digital, mesin fabrikasi, sistem quality control, material handling, hingga berbagai perangkat untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

Teknologi tersebut menjadi bagian dari ekosistem yang akan diperkenalkan melalui GIFA dan METEC Indonesia 2026.

Pengembangan industri aluminium juga sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk memperkuat hilirisasi mineral.

Kebijakan larangan ekspor bauksit yang mulai diberlakukan pada 2023 mendorong pemanfaatan bahan baku mineral di dalam negeri melalui pembangunan fasilitas pemurnian dan peleburan.

Tahapan berikutnya adalah memastikan bahan baku tersebut dapat terserap oleh industri hilir sehingga menghasilkan produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.