GIFA-METEC 2026 Dorong Hilirisasi Aluminium Indonesia

ED
PN
Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:00 WIB
Bagikan
GIFA-METEC 2026 Dorong Hilirisasi Aluminium Indonesia

Managing Director Messe Düsseldorf Asia, Lars Wismer, mengatakan Indonesia memiliki posisi yang semakin strategis dalam industri logam global.

"Indonesia memiliki posisi yang semakin strategis dalam industri logam global, tidak hanya sebagai salah satu produsen mineral terbesar di dunia, tetapi juga sebagai pasar yang berkembang pesat bagi teknologi pengolahan dan manufaktur maju yang membuka peluang investasi bagi pelaku industri logam global," ujar Lars.

Sementara itu, Deputy Event Director Pamerindo Indonesia, Hanung Hanindito, mengatakan pameran menjadi salah satu sarana untuk mempertemukan kebutuhan industri dengan teknologi yang dapat menjawab kebutuhan pasar.

Menurut Hanung, GIFA dan METEC Indonesia 2026 diharapkan membuka peluang bagi pelaku industri untuk memperluas jejaring, menemukan teknologi baru, sekaligus membangun kerja sama.

Perkembangan industri aluminium nasional berlangsung ketika pasar global masih menghadapi tantangan pasokan.

Berdasarkan proyeksi S&P Global yang dikutip dalam materi penyelenggara, pasar aluminium global diperkirakan masih mengalami defisit pasokan hingga 2026. Kekurangan pasokan diproyeksikan mencapai sekitar 764 ribu ton.

Situasi tersebut membuka peluang bagi negara yang memiliki kapasitas produksi baru untuk meningkatkan perannya dalam rantai pasok aluminium global.

Indonesia menjadi salah satu negara yang tengah meningkatkan kapasitas tersebut.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.