GIFA-METEC 2026 Dorong Hilirisasi Aluminium Indonesia
Data Shanghai Metal Markets (SMM) menunjukkan kapasitas produksi aluminium primer Indonesia diproyeksikan meningkat dari sekitar 870 ribu ton pada 2025 menjadi 2,51 juta ton pada 2026.
Kapasitas tersebut diperkirakan terus bertambah hingga mencapai sekitar 3,56 juta ton pada 2027.
Peningkatan kapasitas tersebut berpotensi memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain penting dalam industri aluminium dunia.
Analisis CRU juga menunjukkan Indonesia telah bertransformasi menjadi eksportir bersih aluminium primer. Sejumlah pasar ekspor utama aluminium primer Indonesia antara lain China, Vietnam, dan Korea Selatan.
Namun, peningkatan produksi aluminium primer belum otomatis berarti seluruh kebutuhan industri hilir dapat dipenuhi dari dalam negeri.
Di tengah pertumbuhan kapasitas peleburan, Indonesia masih membutuhkan berbagai produk aluminium olahan dan fabrikasi dari luar negeri.
Dalam 12 bulan terakhir, nilai impor aluminium tidak tempa atau unwrought aluminium tercatat sekitar US$698 juta.
Sementara itu, kebutuhan impor untuk berbagai produk aluminium fabrikasi, seperti pelat, foil, struktur, dan komponen otomotif, memiliki nilai yang lebih tinggi.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!