Gerakan Bersama Pengumpulan Biji Tanaman Kayu Keras, Disdik: Wujud Kepedulian Pelajar
"Mengembangkan inovasi pembelajaran dan praktik baik untuk terus menumbuhkan kesadaran dan kepedulian siswa/siswi sejak dini untuk menjaga, memelihara dan meningkatkan kualitas dan kuantitas tutupan lahan melalui gerakan menanam pohon," tuturnya.
Asep juga mendorong dan menfasilitasi siswa/siswi jenjang Pendidikan Dasar (SD dan SMP) berpartisipasi dalam upaya percepatan penanaman pohon di lahan kritis yang memiliki tingkat resiko tinggi terjadinya bencana tanah longsor dan banjir bandang melalui Gerakan Bersama Pengumpulan Biji Tanaman Kayu Keras dengan mengumpulkan 5 (lima) butir biji tanaman kayu keras untuk masing-masing siswa.
"Untuk jenis biji-bijian yang dikumpulkan merupakan jenis tanaman kayu keras yang memiliki fungsi konservasi, mencegah longsor, berdaya serap air tinggi, cepat tumbuh dan memiliki ketahanan tumbuh yang kuat. Antara lain dari jenis kayu-kayuan seperti Albasiah, Mahoni, Kaliandra, Ganitri, Hantap, Kemiri, Angsrep, Jamuju, Manglid, dan lain-lain atau dari jenis buah-buahan seperti Nangka, Rambutan, Salak, Mangga, Durian, Alpukat, dan lain-lain," pungkasnya. @kos
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!