"Gempa" Mengguncang Cingised Kota Bandung

ED
PN
Selasa, 8 September 2026 | 05:43 WIB
Bagikan
"Gempa" Mengguncang Cingised Kota Bandung

Simulasi gempa bumi di Rumah Susun Sewa Sederhana (Rusunawa) Cingised, Kelurahan Cisaranten Kulon, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung. /visi.news/ist

"Menambah hal positif bagi warga, biar semua pada tahu," katanya.

Pemilihan Rusunawa Cingised sebagai lokasi simulasi bukan tanpa alasan. BPBD melihat adanya kesamaan kepentingan dengan pengelola rusun. Pengelola memiliki kewajiban untuk membekali warga dengan pengetahuan keselamatan, sementara BPBD membutuhkan mitra masyarakat yang bersedia terlibat dalam upaya peningkatan kesiapsiagaan.

"Jadi ini benar-benar bertemu di dalam satu simpul," kata Didi.

Bagi BPBD, kawasan hunian seperti rusun memiliki tantangan tersendiri dalam penanganan keadaan darurat. Banyak orang tinggal dalam satu kawasan dengan bangunan bertingkat dan ruang bersama. Ketika keadaan darurat terjadi, proses penyelamatan membutuhkan koordinasi dan pengetahuan yang dimiliki penghuni sendiri.

Didi menjelaskan terdapat dua faktor dominan yang menentukan keselamatan masyarakat ketika bencana terjadi. Faktor pertama adalah kerentanan lingkungan, terutama kualitas struktur bangunan atau permukiman. Faktor kedua adalah kapasitas masyarakat dalam menghadapi keadaan darurat.

Keduanya saling berkaitan.

Bangunan yang memiliki tingkat kerentanan tertentu membutuhkan masyarakat yang lebih siap menghadapi risiko. Sebaliknya, kesiapan masyarakat juga perlu didukung lingkungan dan bangunan yang memenuhi aspek keselamatan.

Itulah sebabnya latihan tidak berhenti pada pengetahuan mengenai bencana. Warga juga perlu mengetahui apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah kejadian.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.