"Gempa" Mengguncang Cingised Kota Bandung
Simulasi gempa bumi di Rumah Susun Sewa Sederhana (Rusunawa) Cingised, Kelurahan Cisaranten Kulon, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung. /visi.news/ist
Simulasi memberikan kesempatan kepada warga untuk mengalami situasi tersebut tanpa harus menunggu bencana sungguhan.
Di titik kumpul, suasana perlahan berubah. Warga yang sebelumnya berpencar mulai berkumpul. Petugas dan tim pendamping memastikan proses evakuasi berlangsung sesuai skenario. Mereka juga mengamati bagaimana warga merespons keadaan darurat.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur. Pengelola rusun melalui UPT Rusunawa ikut mendukung pelaksanaan simulasi. UPT Puskesmas Rusunawa dan mahasiswa STIKes Dharma Husada Bandung juga terlibat dalam pendampingan, bersama sejumlah tim pendukung lainnya.
Kehadiran tenaga kesehatan menjadi bagian penting karena bencana tidak hanya menyangkut proses evakuasi. Setelah keluar dari bangunan, warga mungkin menghadapi korban yang mengalami luka, kepanikan, atau membutuhkan pertolongan medis.
Mahasiswa STIKes Dharma Husada Bandung ikut mendampingi rangkaian kegiatan tersebut. Bagi mereka, simulasi menjadi pengalaman untuk memahami bahwa pengetahuan mengenai kebencanaan harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata.
Sabila Putri, salah seorang mahasiswa yang terlibat, menilai kegiatan tersebut memberikan tambahan pengetahuan dan wawasan kepada masyarakat.
"Menambah ilmu dan juga wawasan untuk warga-warga Bandung khususnya," ujarnya.
Mahasiswa lainnya, Muhammad Dafi Firmansyah, melihat simulasi sebagai kegiatan yang tidak hanya menarik, tetapi juga memiliki manfaat langsung. Warga, menurutnya, menjadi lebih mengetahui jalur evakuasi dan titik kumpul yang harus dituju ketika bencana terjadi.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!