Gemar Hadir dan Kumpul di Taman Surganya Dunia
Dalam al-Sunnah banyak sekali disebutkan mengenai perintah berzikir, belajar, mencari ilmu, dan berdiskusi, antara lain:
مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ تَعَالَى، يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ، إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمْ السَّكِينَةُ، وَغَشِيَتْهُمْ الرَّحْمَةُ، وَحَفَّتْهُمْ الْمَلاَئِكَةُ، وَذَكَرَهُمْ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ
"Tidaklah berkumpul sekelompok orang dalam satu rumah dari rumah-rumah Allah. Mereka membaca kitab Allah (al-Qur’an) dan saling belajar di antara mereka (berdiskusi) kecuali mereka dikaruniai ketenangan, dinaungi oleh rahmat Allah. Para malaikat mengelilingi mereka, dan Allah s.w.t. menyebut mereka di kalangan para malaikat. (HR. Muslim,).
Majelis taklim atau mejelis ilmu memiliki keutamaan yang sangat tinggi, sehingga mereka yang aktif di dalamnya digambarkan sebagai seorang mujahid fi sabilillah. Nabi bersabda:
مَنْ جَاءَ مَسْجِدِي هَذَا، لَمْ يَأْتِهِ إِلاَّ لِخَيْرٍ يَتَعَلَّمُهُ أَوْ يُعَلِّمُهُ، فَهُوَ بِمَنْزِلَةِ الْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ. وَمَنْ جَاءَ لِغَيْرِ ذَلِكَ، فَهُوَ بِمَنْزِلَةِ الرَّجُلِ يَنْظُرُ إِلَى مَتَاعِ غَيْرِهِ
"Barang siapa yang mendatangi masjidku ini, ia tidak mendatanginya kecuali untuk kebaikan, untuk belajar atau mengajar, maka kedudukannya seperti pejuang di jalan Allah. Dan barang siapa yang datang selain dari itu, maka menempati orang yang suka melihat-lihat barang yang lain dari itu. (HR. Ibnu Majah).
Rasulullah SAW berpesan kepada Abi Zar:
يَا أَبَا ذَرٍّ لَأَنْ تَغْدُوَ فَتَعَلَّمَ آيَةً مِنْ كِتَابِ اللَّهِ خَيْرٌ لَكَ مِنْ أَنْ تُصَلِّيَ مِائَةَ رَكْعَةٍ وَلَأَنْ تَغْدُوَ فَتَعَلَّمَ بَابًا مِنْ الْعِلْمِ عُمِلَ بِهِ أَوْ لَمْ يُعْمَلْ خَيْرٌ لَكَ مِنْ أَنْ تُصَلِّيَ أَلْفَ رَكْعَةٍ
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!