Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026

Gegara Badai Politik, TikTok Mentok di 'Amrik', dari Rakyat hingga Senat Dilarang

ED
Sabtu, 7 Januari 2023 | 18:29 WIB
Bagikan
Gegara Badai Politik, TikTok Mentok di 'Amrik', dari Rakyat hingga Senat Dilarang

VISI.NEWS | AMERIKA SERIKAT - Tahun yang penuh gejolak di depan mata bagi TikTok di Amerika Serikat karena Partai Republik yang anti-China mendapatkan lebih banyak kendali di Kongres, memicu seruan untuk pengawasan yang lebih besar terhadap aplikasi berbagi video yang sangat populer itu.

Dimiliki oleh raksasa teknologi China ByteDance, TikTok telah menjadi samsak politik bagi kaum konservatif AS yang menuduh bahwa aplikasi yang diunduh oleh jutaan anak muda AS dapat diakali untuk memata-matai atau propaganda oleh Partai Komunis China (PKC).

Tapi sekarang Demokrat telah bergabung dengan gelombang kritik dan Presiden AS Joe Biden pekan lalu menandatangani undang-undang baru yang melarang penggunaan TikTok pada perangkat yang dikeluarkan pemerintah.

Undang-undang tersebut juga melarang penggunaan TikTok di Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat AS.

TikTok setara dengan "fentanyl digital," kata anggota parlemen dari Partai Republik Mike Gallagher, salah satu suara terkemuka di Kongres melawan China, membandingkan aplikasi tersebut dengan opioid yang mematikan.

"Ini sangat membuat ketagihan dan merusak dan kami melihat data yang meresahkan tentang dampak korosif dari penggunaan media sosial secara terus-menerus, terutama pada pria dan wanita muda di Amerika," katanya kepada NBC News.

"Kita harus bertanya apakah kita ingin PKC mengendalikan apa yang akan menjadi perusahaan media paling kuat di Amerika," kata Gallagher kepada NBC.

Seorang juru bicara TikTok mengatakan bahwa komentar Gallagher "tidak benar" dan bahwa PKC "tidak memiliki kendali langsung atau tidak langsung atas ByteDance atau TikTok."

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.