Gebyar Kegiatan Desa Cileunyi Wetan, KPM Alami Sakit Menahun, Kronis dan Lansia Jadi Prioritas
Ia pun sangat mengapresiasi kinerja Kepala Desa Cileunyi Wetan beserta seluruh jajarannya, yang mana pada hari Selasa (9/7/2024) ini merealisasikan di antaranya bantuan langsung tunai untuk 55 KPM, bantuan posyandu, dan bantuan kepada masyarakat yang dianggarkan dari ADD, ADPD dan PADes.
"Ini salah satu ikhtiar yang sangat luar biasa, termasuk memberikan penghargaan kepada anak-anak yang berprestasi. Termasuk memberikan bantuan kepada tunanetra" kata Kang DS.
Dalam pemberian bantuan ini, imbuhnya, sebagai bentuk pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat. Termasuk, kata dia, pemberian bantuan makanan tambahan bergizi untuk anak-anak.
"Termasuk pemberian makanan tambahan kepada ibu hamil dalam upaya mengurangi angka stunting. Dan dibuktikan dengan data bahwa dua bulan lalu angka stunting di Kabupaten Bandung capai 29 persen, hari ini alhamdulillah sudah menurun tinggal di angka 10 persen lagi," tutur Bupati Bedas.
"Ini buktinya bahwa semua elemen, mulai dari pemerintah daerah, kepala desa, semua melaksanakan program ini sesuai dengan perintah atau instruksi Pak Presiden Joko Widodo yang tahun kemarin kita melaksanakan rapat koordinasi nasional. Termasuk Pak Kapolda, bahwa angka stunting di Kabupaten Bandung ini cepat berkurang, yaitu sesuai dengan targetan nasional 14 persen dan angka kemiskinan ekstrem tahun 2024 ini zero," imbuhnya.
Kang DS menyebutkan, apa yang menjadi target nasional itu, sehingga program tersebut diserahkan kepada pemerintah desa dan masyarakat. Ia pun turut mengucapkan terima kasih kepada kepala desa dan seluruh jajaran serta masyarakat semoga mendapatkan keberkahan.
Selain masyarakat mendapatkan bantuan, Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung ini juga berharap ada inovasi dalam rangka meningkatkan taraf ekonomi masyarakat.
"Kita sudah membuka beberapa kegiatan pelatihan, bagaimana supaya masyarakat ini mempunyai kegiatan. Dengan pelatihan melalui Dinas Ketenagakerjaan ini, termasuk permodalan pun kita sudah siapkan. Fasilitas dan sarana pun melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, apabila mau mengurus ikan (157 jenis ikan) dengan pola bioflok bisa dilakukan," jelas mantan Anggota DPRD Provinsi Jabar ini.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!