Garam Himalaya vs Laut, Mana Lebih Sehat?
Proses pembuata garam./visi.news/disway.
VISI.NEWS - Garam Himalaya dan garam laut atau sea salt sama-sama mengandung sejumlah mineral alami. Namun, perbedaan kandungan mineral pada kedua jenis garam tersebut dinilai tidak memberikan dampak besar terhadap kesehatan.
Melansir laman Health, Jumat (20/8/2026), kedua jenis garam tersebut sebagian besar terdiri atas natrium dan klorida. Keduanya juga mengandung sejumlah kecil mineral, seperti magnesium, kalium, kalsium, tembaga, mangan, dan zat besi.
Namun, jumlah mineral tersebut terlalu kecil untuk memberikan manfaat signifikan jika dikonsumsi dalam batas aman setiap hari. Satu sendok teh garam bahkan sudah mengandung natrium dalam jumlah yang mendekati atau melebihi batas ideal 1.500 miligram per hari, terutama bagi orang dengan tekanan darah tinggi.
Dari asalnya, garam Himalaya dan garam laut diperoleh melalui proses yang berbeda. Garam Himalaya berasal dari tambang garam bawah tanah, sedangkan garam laut diperoleh dari air laut melalui proses penguapan dengan bantuan matahari dan angin.
Keduanya juga tergolong minim pemrosesan. Garam Himalaya umumnya memiliki warna merah muda karena kandungan oksida besi, sementara garam laut biasanya berwarna putih atau sedikit abu-abu akibat kandungan mineral di dalamnya.
Meski kerap dianggap lebih sehat dibandingkan garam meja, garam Himalaya dan garam laut tetap mengandung natrium dalam jumlah tinggi. Perbedaan kadar natrium antara keduanya juga relatif kecil sehingga tidak memberikan keuntungan kesehatan yang berarti.
Selain kandungan natrium, konsumen juga perlu memperhatikan potensi kontaminasi dari kedua jenis garam tersebut. Garam Himalaya dapat mengandung sejumlah logam, seperti aluminium, barium, silikon, dan kemungkinan timbal.
Sementara itu, garam laut berpotensi mengandung mikroplastik yang berasal dari pencemaran lingkungan laut.
Garam Himalaya dan garam laut juga bukan sumber yodium yang cukup. Berbeda dengan kedua jenis garam tersebut, garam meja biasanya diperkaya dengan yodium untuk membantu mencegah kekurangan yodium yang dapat mengganggu fungsi tiroid.
Yodium juga dapat diperoleh dari sejumlah makanan, di antaranya, ikan, rumput laut, dan telur.
Karena itu, pemilihan garam Himalaya atau garam laut sebaiknya didasarkan pada rasa dan kebutuhan memasak, bukan anggapan bahwa salah satunya jauh lebih sehat.
Hal yang lebih penting adalah membatasi jumlah garam yang dikonsumsi setiap hari.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!