Gangguan Jaringan Bisa Rugi Miliaran Dolar, Temuan Expereo Ungkap Solusinya

ED
Kamis, 25 September 2025 | 14:28 WIB
Bagikan
Gangguan Jaringan Bisa Rugi Miliaran Dolar, Temuan Expereo Ungkap Solusinya

VISI.NEWS | SINGAPURA – Ketidakstabilan jaringan kini memberikan dampak serius bagi bisnis di Asia Pasifik (APAC), dengan lebih dari 50% perusahaan melaporkan kerugian pendapatan sebesar US$5 juta atau lebih akibat gangguan atau kinerja jaringan yang buruk. Temuan ini berasal dari IDC InfoBrief yang dipesan oleh Expereo, berjudul "Enterprise Horizons 2025: Technology Leaders Priorities: Achieving Digital Agility."

Setelah serangkaian gangguan IT besar-besaran sepanjang tahun lalu, mulai dari pelanggaran keamanan siber hingga kegagalan konektivitas, separuh (50%) perusahaan di APAC terpaksa melakukan evaluasi ulang terhadap infrastruktur teknologi mereka. Akibatnya, 40% pemimpin teknologi di wilayah ini kini melaporkan bahwa jaringan dan konektivitas semakin menjadi prioritas dalam agenda tingkat eksekutif.

Dampak lebih luasnya adalah bahwa jaringan/konektivitas dan keamanan siber kini menjadi prioritas utama investasi bagi perusahaan-perusahaan di APAC dalam 12 bulan ke depan (48% untuk jaringan/konektivitas, 46% untuk keamanan siber, diikuti oleh AI sebesar 38%). Tahun lalu di APAC, AI menduduki peringkat teratas (43%) diikuti oleh keamanan siber (39%) dan jaringan/konektivitas (37%). Hal ini menunjukkan bahwa AI tidak lagi menjadi prioritas teknologi yang paling mendesak.

Urgensi ini sangat beralasan. Lebih dari satu dari empat organisasi di APAC (30,7%) mengatakan bahwa kinerja jaringan dan konektivitas yang tidak memadai secara aktif mengancam rencana pertumbuhan mereka untuk tahun mendatang. Sementara itu, 44% melaporkan bahwa keterbatasan jaringan menghambat kemampuan mereka untuk mendukung inisiatif data dan AI dalam skala besar. Secara mencemaskan, hanya 8% perusahaan di wilayah ini yang percaya bahwa jaringan mereka sepenuhnya siap untuk mendukung AI tanpa hambatan.

"Untuk menciptakan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan, konektivitas kini bukan lagi sekadar masalah IT – melainkan menjadi keharusan strategis bisnis," kata Ben Elms, CEO Expereo. "Penelitian ini mengonfirmasi apa yang sudah dialami oleh banyak pemimpin teknologi secara langsung: konektivitas kini adalah tulang punggung bisnis. Saat organisasi berlomba mengadopsi solusi AI baru, eksekutif harus memperlakukan kinerja jaringan dengan urgensi yang sama seperti keamanan siber dan AI itu sendiri, karena tanpa itu, bisnis tidak dapat berhasil."

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.