Gamelan dan Wayang Diperkenalkan di Kampus London, Inggris
Secara terpisah, Sarah Stuchfield mengatakan kegiatan seperti ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi mahasiswa yang belajar di UK untuk menonton langsung pertunjukkan wayang yang interaktif. Selain itu, ini juga merupakan kesempatan baik bagi para seniman untuk mendemonstrasikan kepiawaiannya memainkan alat musik gamelan dan mempertunjukkan wayang.
“Akan lebih baik lagi bila mahasiswa bisa merasakan dan menonton langsung pertunjukkan wayang ini, namun dalam masa pandemi, kuliah umum secara daring ini merupakan opsi terbaik yang bisa dilakukan,” kata Sarah.
“All of these would never be happened without both the support from the Embassy and Middlesex University,” ungkapnya seraya menyampaikan apresiasi atas kerja sama KBRI dan universitas sehingga kegiatan ini dapat berlangsung.
Dalam lokakarya tersebut, kelompok Pandem Seta yang berasal dari Temanggung, Jawa Tengah ini, mendemonstrasikan enam lagu dan pertunjukkan wayang yang merupakan kutipan dari kisah Wayang Kedu, cerita tentang jasa-jasa dan kisah penyebaran agama Islam yang pernah dilakukan oleh Ki Ageng Makukuhan di daerah Kedu.
“Ke depan, kesenian gamelan dan wayang Indonesia diharapkan dapat masuk ke dalam kurikulum pembelajaran musik dan budaya internasional di universitas di Inggris serta mendorong kerja sama antarkomunitas budaya antara Indonesia dan Inggris,” pungkas Atase Khairul. @alfa
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!