Gamelan dan Wayang Diperkenalkan di Kampus London, Inggris
VISI.NEWS | LONDON - Kantor Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Kedutaaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London bekerja sama dengan Middlesex University menyelenggarakan kuliah umum dan lokakarya bersama mengenai pengenalan gamelan dan wayang Jawa yang ditampilkan oleh Grup Pandem Seta, pimpinan Ki Gunawan Purwoko. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Gamelan dan Wayang masuk kampus/sekolah, yang akan diusung KBRI London pada tahun 2022.
“Seiring dengan terpilihnya Indonesia sebagai Presidensi G20 pada tahun 2022, diplomasi budaya merupakan salah satu isu prioritas dengan fokus pada pelestarian dan promosi budaya guna mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dan berimbang,” ujar Atdikbud KBRI London, Khairul Munadi, Rabu (9/2).
Melalui kegiatan ini, KBRI London terus mendorong promosi budaya dengan kolaborasi bersama mitra lokal, diaspora Indonesia, serta pelaku-pelaku budaya di Indonesia. “Kegiatan gamelan dan wayang masuk kampus ini merupakan kesempatan baik memperkenalkan dan mempromosikan budaya, juga pelaku budaya Indonesia, kepada komunitas akademik di London,” imbuh Khairul.
Lokakarya ini dilangsungkan secara daring dan diikuti 25 mahasiswa dari jurusan Music and Arts, Fakultas Arts and Creative Industries, Middlesex University. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari materi kuliah Music and Culture yang diampu Hwee San Tan dan difasilitasi Sarah Stuchfield, seorang seniman Inggris pecinta budaya Indonesia.
Dalam pengantarnya, Hwee San Tan menyampaikan bahwa acara ini merupakan kegiatan tahunan yang dilakukan di Middlesex University dan termasuk ke dalam kredit pembelajaran program studi Music and Arts. “Kegiatan ini telah diselenggarakan bersama dengan KBRI London setidaknya dalam lima tahun terakhir. Pada tahun-tahun sebelumnya, kuliah umum dan lokakarya ini dilakukan di kantor KBRI London menggunakan gamelan milik KBRI, namun dalam dua tahun terakhir, karena masa pandemi kegiatan secara terpaksa dilakukan secara daring,” urainya.
Selain itu, Hwee San Tan juga mengucapkan terima kasih kepada KBRI atas dukungan yang diberikan dalam program ini. “Harapannya, kegiatan ini dapat kembali dilakukan secara langsung di KBRI agar mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung bermain alat musik gamelan, bahkan mungkin KBRI dapat memberangkatkan seniman dari Indonesia untuk memberikan pengajaran dan lokakarya,” jelasnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!