Gaharu Keluarga Luncurkan Panduan Pengasuhan Berbasis Empati
Narasumber lainnya adalah Farhanah Fitria, pendiri Yayasan Teman Saling Berbagi, yang melakukan pendampingan dan penguatan untuk pengasuhan anak-anak di panti asuhan di Bandung. Ia menyampaikan, "Problematika yang umum dihadapi di panti asuhan adalah keterbatasan jumlah pengasuh dan harus mengasuh banyak anak dengan beragam luka pengasuhan, sehingga berdampak pada rendahnya kepercayaan diri, dan kesehatan mental lainnya pada anak. Karena itu sangat penting untuk semua pihak bekerjasama menyiapkan kemampuan pengelola panti asuhan dalam melakukan pengasuhan yang berempati dan berwelas asih".
Di sisi lain, Eka Prahadian Abdurahman, Ketua Ikatan Konselor Adiksi Indonesia Provinsi Sumatera Utara, mengangkat isu adiksi yang menjadi tantangan bagi keluarga Indonesia. Ia menjelaskan, "Adiksi adalah penyakit keluarga karena satu anggota keluarga terkena adiksi, maka akan berdampak pada anggota keluarga yang lainnya. Karena itu orangtua masa kini harus memiliki kemampuan pengetahuan penggunaan teknologi khususnya internet, sehingga bisa menjalankan peran pencegahan dan pengendalian dengan tepat di keluarga".
Webinar ini juga mendapat dukungan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), yang berkomitmen untuk meningkatkan kualitas keluarga yang responsif gender dan ramah anak. Eko Novi, Asisten Deputi Bidang Pengasuhan Anak KPPPA, mengatakan, "Kami mendorong bagaimana setiap individu yang terlibat dalam pengasuhan keluarga (termasuk diantaranya pengelola panti asuhan dll) memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang pengasuhan berbasis hak anak yang mengacu pada tiga hal: (1) tidak adanya kekerasan dalam bentuk apapun; (2) memastikan tidak terjadinya perundungan pada anak; (3) penerapan disiplin positif pada anak. Untuk mewujudkan ini, partisipasi dari semua lini mutlak diperlukan untuk bergotong royong membangun keluarga yang berkualitas".
Webinar ini berlangsung selama dua jam dengan sesi tanya jawab yang interaktif dan antusias. Para peserta menyampaikan apresiasi dan dukungan kepada Gaharu Keluarga dan narasumber atas inisiatif dan kontribusinya dalam mewujudkan keluarga berkualitas di Indonesia. Mereka juga berharap agar panduan pengasuhan berbasis empati yang diluncurkan dapat bermanfaat dan menjadi acuan bagi para pengelola panti asuhan dan pihak-pihak lain yang terlibat dalam pengasuhan anak.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!