Gagal Lawan Pejuang Palestina, Israel Mulai Sasar Jurnalis sebagai Target Serangan Militer
Secara terpisah, keluarga dari pemukim ilegal Yahudi yang ditawan pasukan pejuang kemerdekaan Palestina melakukan aksi demonstrasi menuntut pemerintahan Netanyahu agar segera membebaskan anggota keluarga mereka yang ditawan. Hasil survey menunjukkan tingkat kepercayaan warga Israel kepada pemerintah terus mengalami penurunan.
Saat ini strategi penjajah Israel mulai berubah dengan menyerang jurnalis agar berita dari dalam Gaza tidak lagi beredar ke dunia internasional. Penyiar radio Shoutul Aqsha, salah satu channel utama pemberitaan Gaza, tewas bersama seorang anaknya setelah Israel meledakkan rumahnya.
Selain itu, seluruh anggota keluarga jurnalis Al-Jazeera, Wa'il Dahdouh, juga tewas akibat diserang rudal Israel dan menggugurkan seluruh keluarga kecuali dirinya dan seorang putrinya.
Saluran TV Ibrani baru-baru ini juga merilis video bentrokan antara sesama tentara Isarel Brigade Nahal yang berujung pada tewasnya komandan kompi Mayor Tal Grushka. Sementara itu, pejuang Palestina kembali menembakkan roket ke wilayah terjajah yang diduduki Israel. Selain Tel Aviv, roket-roket ini juga menyasar Yada dan pemukiman ilegal yang ada di Tepu Barat dan Al-Quds.
@mpa
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!