Forum Bela Negara Jabar Ziarah ke Makan Pahlawan di Purwakarta

ED
Selasa, 20 Mei 2025 | 04:08 WIB
Bagikan
Forum Bela Negara Jabar Ziarah ke Makan Pahlawan di Purwakarta

VISI.NEWS | BANDUNG - Ziarah kubur adalah mengunjungi kuburan untuk mendoakan dan mengambil pelajaran dari kehidupan orang yang telah meninggal. Awalnya diharamkan, namun kemudian dianjurkan karena manfaatnya untuk mengingat kematian dan mempersiapkan bekal akhirat. "Ziarah kubur juga dapat menjadi sarana untuk meningkatkan ketaqwaan dan mengingatkan akan pentingnya ibadah. Ziarah kubur dianjurkan, tetapi tidak diwajibkan bagi umat Islam. Tujuannya adalah untuk mengingatkan akan kematian dan akhirat, mendoakan ahli kubur, dan mengambil pelajaran dari kehidupan orang yang telah meninggal “, ujar Dewan Pakar Forum Bela Negara Jawa Barat Dede Farhan Aulawi di Bandung, Senin (19/5/2025).

Hal tersebut ia sampaikan setelah dirinya bersama rombongan pengurus DPW FBN Jawa Barat (Jabar) melakukan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Purwakarta. Dalam kunjungan ini juga tampak beberapa pengurus DPD FBN Purwakarta turut mendampingi. Menurutnya, istilah ziarah kubur, terdiri dari dua kata yang masing-masing mempunyai arti berbeda. Kata ziarah diartikan menengok, mengunjungi, atau mendatangi. Sedangkan kata kubur artinya adalah makam atau tempat orang yang ditanamkan disitu. Dengan demikian yang disebut ziarah kubur artinya menengok kuburan atau makam. Jadi ziarah kubur adalah datang ke kuburan dengan maksud mengenangkan atau mengingat orang yang sudah meninggal. Ziarah kubur selain bermaksud untuk mendoakan mayit, ziarah kubur juga memiliki hikmah yang bermanfaat bagi para penziarah sendiri, di ataranya adalah mengingatkan alam akhirat dan kematian. Anjuran untuk selalu mengingat kematian tidak dengan berzirah kubur saja, namun di setiap saat dan waktu sangat dianjurkan untuk mengingat kematian, karena cepat atau lambat semua makhluk hidup akan meninggalkan dunia dan menuju alam yang selanjutnya yaitu akhirat.

Setiap orang pasti akan menemui ajal, dan saat ajal tiba maka tidak bisa ditunda atau dipercepat barang sesaatpun. Hanya saja waktu kematian itu waktunya tidak diketahui oleh siapa pun selain Allah SWT. Oleh karena itu, setiap manusia harus menyiapkan hal terbaik untuk bekal di akhirat nanti dengan cara melakukan berbagai amal kebaikan dan menjauhi amal keburukan sebagaimana diperintahkan oleh agama.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.