Firnando Ganinduto Dorong Percepatan Transisi ke Energi Terbarukan
Anggota Komisi VI DPR RI, Firnando H Ganinduto./visi.news/ist.
VISI.NEWS | JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI, Firnando H Ganinduto, mengapresiasi keputusan pemerintah yang tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi dan nonsubsidi di tengah gejolak Timur Tengah akibat perang Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS) hingga penutupan Selat Hormuz.
Firnando sapaanya, menuturkan bahwa keputusan pemerintah menahan harga BBM subsidi dan nonsubsidi saat terjadinya gejolak Timur Tengah akibat perang Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS) dan penutupan Selat Hormuz merupakan bentuk kerja keras nyata.
“Pemerintah bisa menahan harga BBM seperti ini kan artinya mereka sudah bekerja keras untuk bagaimana caranya atas perang Iran yang mengakibatkan harga minyak global tinggi. Pemerintah dalam hal ini Menteri ESDM bisa menahan harga tidak naik dari non-subsidi maupun subsidi artinyakan mereka udah bekerja keras,†tutur Firnando kepada awak media, Selasa (7/4/2026).
Lebih lanjut, Firnando mengingatkan, bahwa saat ini sejumlah negara tetangga Indonesia telah menaikkan harga BBM. Bahkan, terdapat beberapa negara di dunia yang mewajibkan masyarakatnya untuk bekerja menggunakan alat transportasi seperti sepeda dan lain-lain.
“Menurut saya dengan menahan harga BBM ini sih menurut saya sudah luar biasa ya. Kita lihat negara-negara tetangga kita aja sudah luar biasa naiknya dan bahkan ada beberapa negara yang mewajibkan untuk bekerja naik sepeda dan seterusnya, tapi kita masih bisa menahan harga tidak naik,†imbuh Firnando.
Meski demikian, Firnando mengingatkan, bahwa harga BBM subsidi berkaitan erat dengan APBN. Firnando berharap, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dapat mulai memikirkan alokasi anggaran-anggaran dari pos lain untuk menutup subsidi BBM di kedepannya.
“Tentunya kan kita semua paham harga di harga BBM di Indonesia itu kan ada subsidi ya, subsidi itu kan apa terkaitnya dengan APBN. Nah hari ini memang APBN kita masih bisa menopang atas kenaikan harga BBM itu gitu. Nah nanti bagaimana caranya pemerintah dalam hal ini Menteri Keuangan untuk bisa mengalokasikan anggaran-anggaran yang lain guna menutupi subsidi dari BBM ini gitu,†imbuh Firnando.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!