Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026

Firnando Ganinduto Dorong Percepatan Transisi ke Energi Terbarukan

Desi Rossilawati
Selasa, 7 April 2026 | 13:21 WIB
Bagikan
Firnando Ganinduto Dorong Percepatan Transisi ke Energi Terbarukan

Anggota Komisi VI DPR RI, Firnando H Ganinduto./visi.news/ist.

VISI.NEWS | JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI, Firnando H Ganinduto, mengapresiasi keputusan pemerintah yang tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi dan nonsubsidi di tengah gejolak Timur Tengah akibat perang Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS) hingga penutupan Selat Hormuz.

Firnando sapaanya, menuturkan bahwa keputusan pemerintah menahan harga BBM subsidi dan nonsubsidi saat terjadinya gejolak Timur Tengah akibat perang Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS) dan penutupan Selat Hormuz merupakan bentuk kerja keras nyata.

“Pemerintah bisa menahan harga BBM seperti ini kan artinya mereka sudah bekerja keras untuk bagaimana caranya atas perang Iran yang mengakibatkan harga minyak global tinggi. Pemerintah dalam hal ini Menteri ESDM bisa menahan harga tidak naik dari non-subsidi maupun subsidi artinyakan mereka udah bekerja keras,” tutur Firnando kepada awak media, Selasa (7/4/2026).

Lebih lanjut, Firnando mengingatkan, bahwa saat ini sejumlah negara tetangga Indonesia telah menaikkan harga BBM. Bahkan, terdapat beberapa negara di dunia yang mewajibkan masyarakatnya untuk bekerja menggunakan alat transportasi seperti sepeda dan lain-lain.

“Menurut saya dengan menahan harga BBM ini sih menurut saya sudah luar biasa ya. Kita lihat negara-negara tetangga kita aja sudah luar biasa naiknya dan bahkan ada beberapa negara yang mewajibkan untuk bekerja naik sepeda dan seterusnya, tapi kita masih bisa menahan harga tidak naik,” imbuh Firnando.

Meski demikian, Firnando mengingatkan, bahwa harga BBM subsidi berkaitan erat dengan APBN. Firnando berharap, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dapat mulai memikirkan alokasi anggaran-anggaran dari pos lain untuk menutup subsidi BBM di kedepannya.

“Tentunya kan kita semua paham harga di harga BBM di Indonesia itu kan ada subsidi ya, subsidi itu kan apa terkaitnya dengan APBN. Nah hari ini memang APBN kita masih bisa menopang atas kenaikan harga BBM itu gitu. Nah nanti bagaimana caranya pemerintah dalam hal ini Menteri Keuangan untuk bisa mengalokasikan anggaran-anggaran yang lain guna menutupi subsidi dari BBM ini gitu,” imbuh Firnando.

Tak hanya itu, Firnando mengajak, semua pihak untuk dapat bergotong royong di tengah situasi dan kondisi geopolitik dan kenaikan harga minyak dunia. Firnando meminta, masyarakat Indonesia dapat terus berhemat energi sebagai bentuk dukungan bagi pemerintah dalam melewati situasi tidak menentu ini.

“Dan tentunya kita kan di negara ini kan kita harus bergotong-royong membangun bersama ya, rakyat Indonesia juga harus mulai berhemat juga gitu, artinya kita sama-sama membantu pemerintah juga untuk bagaimana caranya kita bisa bertahan dalam keadaan yang sangat sulit ini gitu,” ungkap Firnando.

Firnando melanjutkan bahwa situasi geopolitik tidak menentu saat ini dapat menjadi momentum pemerintah untuk melakukan transisi energi ke energi baru terbarukan. Firnando memandang, bahwa situasi dan kondisi geopolitik saat ini tidak boleh membuat negara terus menerus bergantung kepada energi fosil.

“Harapan saya mungkin ini momentum baik gitu, momentum baik juga untuk kita transisi energi ke energi baru terbarukan ya. Artinya ini kan sudah seperti sinyal atau tanda bahwa kita memang tidak boleh terus-menerus berpengaruh pada energi fosil, gitu,” jelas dia.

Dengan demikian, Firnando meminta, transisi energi menuju energi baru terbarukan dapat dipercepat dan segera direalisasikan. Firnando mengatakan, hal itu diperlukan agar negara bisa mendapatkan alternatif untuk ketahanan energi ke depannya.

“Jadi menurut saya, transisi energi menuju ke energi baru terbarukan harus dipercepat dan harus dicepat direalisasikan gitu, supaya kita bisa mendapatkan alternatif energi untuk ketahanan energi kita,” pungkas Politikus Partai Golkar ini. @givary

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.