FIFGROUP Hadirkan Program SeCanting 2024 untuk Tekan Prevalensi Stunting di Berbagai Kota
Esther menyampaikan bahwa melalui program SeCanting 2024, FIFGROUP berharap dapat berkontribusi lebih dalam upaya menekan prevalensi stunting di Indonesia. Esther percaya bahwa dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, masa depan yang lebih sehat dan berkelanjutan bagi generasi mendatang dapat tercipta.
“Kami melihat Kota Jakarta Selatan telah melampaui target angka prevalensi nasional, yaitu di angka 1,18%. Hal ini sangat bagus, sehingga FIFGROUP ingin turut mengambil bagian dalam langkah pemerintah Kota Jakarta Selatan dalam menekan angka prevalensi, dan fokus mendukung hingga mencapai angka yang lebih rendah lagi, agar dapat menjadi percontohan bagi daerah lainnya,” kata Esther.
Meskipun Kota Jakarta Selatan telah berhasil menurunkan prevalensi stunting menjadi 1,18%, kondisi di daerah lain masih memerlukan perhatian. Di Pandeglang, angka stunting masih mencapai 23,4%, di Maumere bahkan 24,4%, sementara Surabaya dan Jakarta Timur masing-masing mencatat 4,8% dan 13,4%. Sebaran angka prevelensi stunting yang belum merata ini menunjukkan urgensi untuk memperluas upaya penanganan stunting di seluruh wilayah.
Dr. H. Munjirin S.Sos, M.Si, Wali Kota Jakarta Selatan, mengungkapkan, “Kami sangat mengapresiasi FIFGROUP atas dukungannya melalui program SeCanting 2024. Program ini merupakan salah satu langkah tepat dalam upaya bersama kita untuk menanggulangi stunting di Indonesia. Saya juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi dan aktif mendukung inisiatif ini.”
Stunting bukanlah masalah yang dapat diatasi dalam semalam, tetapi dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat langkah-langkah konkret dapat diambil untuk memerangi stunting. Dengan memberikan perhatian serius pada stunting, kita dapat menciptakan masa depan yang lebih sehat dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Perjalanan Program Anti Stunting FIFGROUP
Program Anti Stunting FIFGROUP dimulai sejak tahun 2022 di 13 titik cabang untuk 130 anak-anak kurang gizi. Kemudian di tahun 2023, program ini dilakukan di 5 titik untuk 250 anak-anak kurang gizi dan 250 ibu hamil melalui pemberian makanan sehat dan vitamin, serta pemeriksaan USG bagi ibu hamil. Pada tahun 2024, Program SeCanting berlanjut di lima kota dengan target pemberdayaan yang lebih luas, mencakup 150 anak kurang gizi, 150 ibu hamil, dan 50 pasangan calon suami istri, dengan tahapan preventif dan kuratif untuk menekan prevalensi stunting di Indonesia.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!