Fenomena Ikan Sapu-Sapu: 2 Solusi Tegas Dedi Mulyadi
Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) menjaring ikan sapu-sapu di kawasan Setu Babakan, Jakarta Selatan, Jumat (17/4/2026)./visi/news/merdeka.com.
VISI.NEWS | JAKARTA - Fenomena ikan sapu-sapu yang ramai terjadi di sejumlah wilayah di Jakarta menjadi perhatian pemerintah daerah di Jawa Barat. Gubernur Dedi Mulyadi menilai keberadaan ikan sapu-sapu tidak hanya berkaitan dengan populasi, tetapi juga menjadi indikator menurunnya kualitas lingkungan, khususnya di sungai.
Fenomena ikan sapu-sapu yang berkembang pesat di berbagai perairan disebut berkaitan erat dengan kondisi lingkungan yang telah tercemar. Oleh karena itu, perhatian terhadap ikan sapu-sapu tidak dapat dilepaskan dari upaya perbaikan kualitas air dan ekosistem sungai secara menyeluruh.
Menurut Dedi, kemunculan dan dominasi ikan ini di suatu wilayah menunjukkan adanya perubahan kondisi lingkungan yang signifikan. Ia menyebut, ikan tersebut cenderung berkembang di perairan yang telah mengalami penurunan kualitas.
"Ikan sapu-sapu untuk seluruh daerah ya ambil saja, tangkap saja dan kemudian sapu-sapu itu kan tumbuh mana kala sungainya sudah mengalami penurunan kualitas," ujar Dedi dikutip dari keterangannya, Kamis (23/4/2026).
Fenomena Ikan Sapu-Sapu sebagai Indikator Lingkungan
Fenomena ini menjadi perhatian karena keberadaannya sering kali mendominasi perairan yang tidak lagi mendukung kehidupan ikan lokal. Dalam kondisi normal, sungai memiliki keanekaragaman hayati yang seimbang. Namun, ketika ikan sapu-sapu mendominasi, hal tersebut menunjukkan adanya gangguan pada ekosistem.
Dedi menjelaskan bahwa dominasi ikan sapu-sapu di sungai merupakan tanda bahwa ekosistem tidak sehat. Ikan endemik yang sebelumnya hidup di sungai tersebut tidak mampu bertahan akibat perubahan kualitas air.
"Jadi kalau sungai mengalami penurunan kualitas, maka sungai yang hidup hanya sapu-sapu," katanya.
Fenomena ini juga dikaitkan dengan kondisi pencemaran yang terjadi di berbagai wilayah perkotaan. Sungai yang tercemar limbah domestik maupun industri cenderung menjadi habitat yang mendukung pertumbuhan ikan tersebut.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!