IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

Fenomena Ikan Sapu-Sapu: 2 Solusi Tegas Dedi Mulyadi

Desi Rossilawati
Kamis, 23 April 2026 | 10:49 WIB
Bagikan
Fenomena Ikan Sapu-Sapu: 2 Solusi Tegas Dedi Mulyadi

Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) menjaring ikan sapu-sapu di kawasan Setu Babakan, Jakarta Selatan, Jumat (17/4/2026)./visi/news/merdeka.com.

Dua Solusi Penanganan Ikan Sapu-Sapu

Dalam menghadapi fenomena ini, Dedi menegaskan bahwa diperlukan langkah penanganan yang tidak hanya fokus pada pengurangan populasi, tetapi juga pada pemulihan lingkungan.

"Jadi kalau ingin menghilangkan sapu-sapu ada dua hal, pertama sapu-sapunya harus diangkat, kedua kualitas airnya harus diperbaiki agar ikan endemiknya hidup lagi," tegasnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penanganan ikan sapu-sapu harus dilakukan secara terintegrasi. Pengangkatan ikan saja tidak akan memberikan hasil jangka panjang jika kualitas air tidak diperbaiki.

Fenomena ini juga menunjukkan bahwa pendekatan ekologis menjadi penting dalam pengelolaan lingkungan. Upaya perbaikan kualitas air dapat dilakukan melalui pengendalian limbah, pengelolaan sampah, serta peningkatan kesadaran masyarakat.

Kondisi Air Tercemar dan Dominasi 

Fenomena ini hampir selalu ditemukan di wilayah dengan kondisi air yang tercemar. Hal ini menjadi indikator sederhana bagi masyarakat untuk mengenali kondisi lingkungan di sekitar mereka.

“Pokoknya di daerah yang airnya sudah tercemar pasti ikannya tinggal sapu-sapu,” ungkap Dedi.

Pernyataan tersebut memperkuat bahwa keberadaan ikan sapu-sapu tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan dengan kondisi lingkungan yang lebih luas. Sungai yang tercemar cenderung kehilangan keanekaragaman hayati, sehingga hanya spesies tertentu yang mampu bertahan.

Dalam konteks ini, ikan tersebut menjadi salah satu spesies yang mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang tidak ideal.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.