FBI Selidiki Dugaan Teror dalam Penembakan Massal di Austin, Tiga Tewas dan 14 Luka-Luka
Setelah itu, pelaku melaju ke arah barat, memarkirkan kendaraannya, keluar, dan kembali menembaki orang-orang yang sedang berjalan di sekitar lokasi. Polisi kemudian menembak mati pelaku di sebuah persimpangan jalan tak jauh dari tempat kejadian.
Davis menjelaskan bahwa aparat penegak hukum dan layanan darurat sebenarnya sudah berada di area tersebut karena keramaian akhir pekan yang biasa terjadi di kawasan hiburan itu. Respons cepat petugas, menurutnya, berhasil menyelamatkan banyak nyawa.
Gedung Putih menyatakan Presiden Donald Trump telah menerima pengarahan terkait insiden tersebut, sebagaimana disampaikan oleh sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt melalui media sosial.
Insiden ini tercatat sebagai penembakan massal ke-56 di Amerika Serikat sepanjang tahun ini dan menjadi yang paling banyak menimbulkan korban sejauh ini, berdasarkan data dari Gun Violence Archive. Lembaga tersebut mendefinisikan penembakan massal sebagai insiden di mana sedikitnya empat orang, tidak termasuk pelaku, terluka atau tewas akibat tembakan senjata api. Sepanjang tahun lalu, tercatat 407 kasus penembakan massal di seluruh Amerika Serikat.
Penyelidikan masih terus berlangsung untuk memastikan motif dan kemungkinan jaringan yang terlibat dalam serangan tersebut. @kanaya
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!