Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Soal Pernyataan Budi Arie, TB Hasanuddin Beri Sindiran Menohok 26 Aug 2026 4 Kelompok Akan Demo 27 Agustus di Jakarta, Ini Daftar Tuntutannya 26 Aug 2026 Revaldo Jadi Tersangka Kasus Narkoba untuk Keempat Kalinya 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Soal Pernyataan Budi Arie, TB Hasanuddin Beri Sindiran Menohok 26 Aug 2026 4 Kelompok Akan Demo 27 Agustus di Jakarta, Ini Daftar Tuntutannya 26 Aug 2026 Revaldo Jadi Tersangka Kasus Narkoba untuk Keempat Kalinya 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026

Fasiltas Pendidikan Belum Memadai, Teman Tuli Harus Beradaptasi Sendiri

Desi Rossilawati
Sabtu, 1 Februari 2025 | 17:39 WIB
Bagikan
Fasiltas Pendidikan Belum Memadai, Teman Tuli Harus Beradaptasi Sendiri

VISI.NEWS | BANDUNG - Pendidikan di Indonesia terus mengalami perkembangan dengan berbagai upaya untuk meningkatkan akses bagi semua lapisan masyarakat. Berbagai kebijakan telah diterapkan guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih mendukung. Akan tetapi dalam praktiknya, sistem pendidikan saat ini masih menghadapi tantangan dalam memastikan kesetaraan bagi semua peserta didik.

Salah satu kelompok yang sering kali menghadapi kesulitan adalah teman Tuli, yang masih harus berjuang di lingkungan pendidikan yang belum sepenuhnya mendukung kebutuhan mereka.

Tanpa fasilitas dan kebijakan yang benar-benar mendukung, mereka juga sering kali dipaksa untuk beradaptasi sendiri agar bisa mengikuti proses pembelajaran.

Dana (21) seorang mahasiswa Tuli yang saat ini sedang menempuh pendidikan di universitas Widyatama Bandung mengungkapkan, kesulitannya dalam mengikuti perkuliahan karena tidak adanya fasilitas juru bahasa isyarat di kampusnya.

Ia pun mengungkapkan, bahwa dosen di Universitasnya selalu menjelaskan materi secara verbal, tapi dosen tidak memikirkan bagaimana dengan mahasiswa Tuli. Akhirnya, ia tidak memahami materi pada saat perkuliahan, dan pada saat sesi tanya jawab berlangsung.

Kurangnya pemahaman dari lingkungan sekitar semakin memperburuk situasi, karena tidak ada mahasiswa dengar yang bisa membantu menjelaskan materi.

Kesulitan lainnya juga muncul pada saat diberikan tugas, dan mereka juga tidak tahu harus bertanya kepada siapa.

Dana berharap, agar lebih banyak dosen dan mahasiswa dengar yang tertarik belajar bahasa isyarat atau berperan sebagai volunteer untuk membantu aksesibilitas informasi bagi teman Tuli.

Keterbatasan fasilitas ini juga dialami oleh Diar yaitu seorang siswa SMK di Bandung. Diar juga  mengalami gangguan pendengaran sejak lahir. Ia menceritakan pengalaman sulitnya pada saat bersekolah, terutama ketika masih duduk di bangku SD.

Ia juga kerap mengalami perundungan dari teman temannya karena perbedaannya sebagai seorang Tuli.

Terutama ketika sedang dalam proses belajar, ia sering kali tidak memahami penjelasan guru karena disampaikan secara verbal tanpa dukungan bahasa isyarat. Hal ini menyebabkan banyak miskomunikasi yang terjadi, dan akhirnya membuat ia harus meminta guru untuk mengulangi penjelasan

“Kalua guru lagi ngerjain kadang denger kadang engga, jadi minta bantuan temen atau minta diulang penjelasannya,” ujar Diar, dari rilis yang diterima VISI.NEWS, Sabtu (1/2/2025).

Anne (17) selaku teman Diar mengatakan bahwa minimal kita bisa menggunakan bahasa isyarat agar memebantu mereka untuk berkomunikasi.

“Minimal kita bisa menggunakan bahasa isyarat, karena bisa membantu mereka berkomunikasi.” ujar Anne, dari rilis yang diterima VISI.NEWS, Sabtu (1/2/2025).

Dari sisi tenaga pendidik, ternyata belum semua guru memiliki kemampuan bahasa isyarat untuk berkomunikasi dengan siswa Tuli. Keterbatasan ini menjadikan tantangan bagi proses pembelajaran sekolah-sekolah.

Namun, disatu sisi juga seharusnya sekolah dan guru menerima siswa berkebutuhan khusus, akan tetapi di sisi lain, ternyata tidak ada pelatihan yang memadai bagi guru untuk memenuhi kebutuhan mereka, yang akhirnya banyak siswa Tuli yang kesulitan memahami materi karena tidak ada komunikasi yang efektif antara mereka dan juga pengajar.

Karena minimnya fasilitas yang ada dan kurangnya pemahaman terhadap kebutuhan siswa Tuli hal ini menunjukkan bahwa sistem pendidikan di Indonesia masih belum sepenuhnya ramah bagi mereka. Mulai dari kurangnya guru yang menguasai bahasa isyarat dan juga tidak tersedianya penerjemah di sekolah dan perguruan tinggi, hal ini menjadikan hambatan utama bagi siswa Tuli dalam mengakses pendidikan yang setara.

Seharusnya pemerintah dan institusi pendidikan perlu mengambil langkah pasti, seperti menyediakan pelatihan bahasa isyarat bagi guru, dan menghadirkan penerjemah bahasa isyarat di setiap jenjang pendidikan, serta memastikan kebijakan pendidikan yang benar-benar memperhatikan kebutuhan siswa Tuli. Dengan langkah-langkah ini akan membuat sistem pendidikan yang lebih mendukung dan dapat diakses oleh semua teman Tuli. @alifah @nadila @rizki @vinka @hafsah @zia

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.