Fasiltas Pendidikan Belum Memadai, Teman Tuli Harus Beradaptasi Sendiri
VISI.NEWS | BANDUNG - Pendidikan di Indonesia terus mengalami perkembangan dengan berbagai upaya untuk meningkatkan akses bagi semua lapisan masyarakat. Berbagai kebijakan telah diterapkan guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih mendukung. Akan tetapi dalam praktiknya, sistem pendidikan saat ini masih menghadapi tantangan dalam memastikan kesetaraan bagi semua peserta didik.
Salah satu kelompok yang sering kali menghadapi kesulitan adalah teman Tuli, yang masih harus berjuang di lingkungan pendidikan yang belum sepenuhnya mendukung kebutuhan mereka.
Tanpa fasilitas dan kebijakan yang benar-benar mendukung, mereka juga sering kali dipaksa untuk beradaptasi sendiri agar bisa mengikuti proses pembelajaran.
Dana (21) seorang mahasiswa Tuli yang saat ini sedang menempuh pendidikan di universitas Widyatama Bandung mengungkapkan, kesulitannya dalam mengikuti perkuliahan karena tidak adanya fasilitas juru bahasa isyarat di kampusnya.
Ia pun mengungkapkan, bahwa dosen di Universitasnya selalu menjelaskan materi secara verbal, tapi dosen tidak memikirkan bagaimana dengan mahasiswa Tuli. Akhirnya, ia tidak memahami materi pada saat perkuliahan, dan pada saat sesi tanya jawab berlangsung.
Kurangnya pemahaman dari lingkungan sekitar semakin memperburuk situasi, karena tidak ada mahasiswa dengar yang bisa membantu menjelaskan materi.
Kesulitan lainnya juga muncul pada saat diberikan tugas, dan mereka juga tidak tahu harus bertanya kepada siapa.
Dana berharap, agar lebih banyak dosen dan mahasiswa dengar yang tertarik belajar bahasa isyarat atau berperan sebagai volunteer untuk membantu aksesibilitas informasi bagi teman Tuli.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!