Fasilitas Latihan Persib Disorot, Ini Penjelasan Manajemen
Persib Bandung melakukan sesi latihan./visi.news/Persib.co.id.
VISI.NEWS - Manajemen Persib Bandung menjelaskan alasan di balik belum optimalnya fasilitas latihan tim setelah kondisi lapangan latihan menjadi sorotan dan menuai keluhan dari pelatih kepala Igor Tolic.
Keluhan tersebut disampaikan Tolic saat menjawab pertanyaan awak media mengenai perkembangan pemain pada awal sesi latihan pramusim menjelang Super League 2026-2027, Senin (13/7/2026). Saat itu, kondisi lapangan terlihat menguning di sejumlah bagian sehingga tim pelatih harus menyesuaikan program latihan dengan menghindari area yang dinilai kurang layak digunakan pemain.
“Ya kami belajar sesuatu setiap hari. Kami mencoba melakukan segalanya lewat permainan (game), jadi semua tahu apa yang harus dilakukan. Kami memulai ini sejak momen pertama,” kata Tolic dalam kterangannya dikutip, Rabu (15/7/2026).
“Kemudian kami hanya perlu mengaturnya karena lapangan ini tidak ideal, jadi segalanya menjadi sedikit lebih berat dari biasa,” tambahnya.
“Tapi para pemain bekerja keras dan mereka mencoba memberikan yang terbaik dan juga bekerja keras. Ya tapi ini sulit untuk di lapangan,” ucap pelatih asal Kroasia tersebut.
Sorotan terhadap kondisi lapangan latihan memunculkan pertanyaan mengenai fasilitas yang dimiliki Persib, mengingat klub tersebut merupakan juara Liga Indonesia dalam tiga musim terakhir.
Menanggapi hal itu, Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, memberikan penjelasan melalui program Untold Story Back-to-back Champions Episode 3 di kanal YouTube Persib TV. Ia mengatakan pembangunan fasilitas latihan membutuhkan biaya yang sangat besar sehingga harus disesuaikan dengan kemampuan finansial klub.
“Pembangunan infrastruktur itu memakan biaya besar, mahal sekali. Membangun lapangan pendamping itu (biayanya) bukan Rp 1-2 miliar,” ujar Adhitia.
“Buat bikin satu lapangan saja butuh Rp 5-6 miliar, belum lahannya, belum fasilitas sekitarnya, itu mahal banget,” sebutnya.
Adhitia menjelaskan, di saat yang sama Persib juga harus mengalokasikan anggaran untuk memperkuat skuad demi bersaing di level Asia.
“Masalahnya adalah di waktu bersamaan, kami juga mau investasi di tim, karena kami mau melangkah jauh (di Asia). Kami tahu dengan investasi di tim, melangkah jauh, juga akan ada hal positif secara komersial,” terangnya.
Menurutnya, investasi terhadap tim utama, termasuk mendatangkan pemain-pemain berkualitas seperti Thom Haye, Eliano Reijnders, Layvin Kurzawa, serta mempertahankan pemain-pemain kunci dan jajaran pelatih, menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan prestasi klub.
Meski demikian, Persib tetap memiliki rencana jangka panjang untuk membangun fasilitas latihan yang lebih memadai.
“Investasi di divisi olahraga juga tidak boleh ditinggalkan. Kemudian idealnya memang ini bisa jalan bersama-sama,” ucapnya.
“Bangun infrastruktur sekian ratus miliar, investasi di tim sekian ratus miliar, harus jalan bersamaan, kenyataannya kan enggak bisa, uang kami terbatas. Akhirnya kami punya konsep clear, kami coba untuk berpegang teguh terhadap rencana yang telah dibuat,” jelasnya.
Selain itu, Persib juga harus menanggung beban pengeluaran lain berupa total denda dari Komite Disiplin PSSI dan AFC pada musim lalu yang mencapai sekitar Rp5 miliar. Nilai tersebut, menurut manajemen, setara dengan biaya pembangunan satu lapangan latihan baru.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!