Fasilitas Latihan Persib Disorot, Ini Penjelasan Manajemen
Persib Bandung melakukan sesi latihan./visi.news/Persib.co.id.
“Buat bikin satu lapangan saja butuh Rp 5-6 miliar, belum lahannya, belum fasilitas sekitarnya, itu mahal banget,” sebutnya.
Adhitia menjelaskan, di saat yang sama Persib juga harus mengalokasikan anggaran untuk memperkuat skuad demi bersaing di level Asia.
“Masalahnya adalah di waktu bersamaan, kami juga mau investasi di tim, karena kami mau melangkah jauh (di Asia). Kami tahu dengan investasi di tim, melangkah jauh, juga akan ada hal positif secara komersial,” terangnya.
Menurutnya, investasi terhadap tim utama, termasuk mendatangkan pemain-pemain berkualitas seperti Thom Haye, Eliano Reijnders, Layvin Kurzawa, serta mempertahankan pemain-pemain kunci dan jajaran pelatih, menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan prestasi klub.
Meski demikian, Persib tetap memiliki rencana jangka panjang untuk membangun fasilitas latihan yang lebih memadai.
“Investasi di divisi olahraga juga tidak boleh ditinggalkan. Kemudian idealnya memang ini bisa jalan bersama-sama,” ucapnya.
“Bangun infrastruktur sekian ratus miliar, investasi di tim sekian ratus miliar, harus jalan bersamaan, kenyataannya kan enggak bisa, uang kami terbatas. Akhirnya kami punya konsep clear, kami coba untuk berpegang teguh terhadap rencana yang telah dibuat,” jelasnya.
Selain itu, Persib juga harus menanggung beban pengeluaran lain berupa total denda dari Komite Disiplin PSSI dan AFC pada musim lalu yang mencapai sekitar Rp5 miliar. Nilai tersebut, menurut manajemen, setara dengan biaya pembangunan satu lapangan latihan baru.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!