Fakta Dibalik Video Viral ‘Maling’ Dilakban Jadi Teletubbies

Desi Rossilawati
Kamis, 2 Juli 2026 | 15:06 WIB
Bagikan
Fakta Dibalik Video Viral ‘Maling’ Dilakban Jadi Teletubbies

Video Viral ‘Maling’ Dilakban Jadi Teletubbies./visi.news/ist.

VISI.NEWS - Sebuah video yang memperlihatkan dua pria dilakban seluruh tubuh hingga menyerupai karakter Teletubbies, Tinky Winky, sempat viral di media sosial. Narasi yang beredar menyebut kedua pria tersebut merupakan pelaku pencurian yang dihukum warga setelah tertangkap.

Namun, hasil penelusuran menunjukkan bahwa informasi tersebut tidak sesuai fakta. Peristiwa dalam video itu bukan aksi penghakiman massa, melainkan bagian dari pembuatan konten media sosial.

Video tersebut menjadi perhatian warganet karena menampilkan dua pria yang dibungkus lakban dari ujung kepala hingga tubuh. Pada bagian kepala, lakban dibentuk mengerucut menyerupai karakter Tinky Winky. Kondisi tersebut membuat keduanya tampak tidak berdaya dengan hanya menyisakan celah untuk mata, hidung, dan mulut.

Narasi awal yang beredar di media sosial menyebut keduanya sebagai pencuri yang sedang dihukum oleh warga. Informasi tersebut kemudian memicu berbagai komentar dan persepsi publik sebelum akhirnya diklarifikasi.

Fakta sebenarnya menunjukkan bahwa kedua pria dalam video tersebut adalah kreator konten asal Jawa Timur, yakni Syahroni Muhammad dan rekannya Feri Wedon. Keduanya dikenal sebagai pembuat konten melalui kanal YouTube Batre TV.

Mereka diketahui sengaja melakukan aksi tersebut sebagai bagian dari konten hiburan yang dibuat untuk platform media sosial seperti TikTok dan YouTube.

Syahroni menjelaskan bahwa aksi tersebut berawal dari siaran langsung di TikTok, saat salah satu penonton memberikan tantangan disertai pemberian hadiah digital (gift) agar mereka melakban seluruh tubuh.

"Selesai dilakban, makan terasi, jadi seperti orang kesakitan," kata Syahroni dalam keterangannya dikutip, Kamis (2/7/2026).

Ia juga menegaskan bahwa narasi yang menyebut mereka sebagai maling tidak benar. Menurutnya, video tersebut diambil dan disebarkan ulang oleh akun media sosial lain dengan narasi yang tidak sesuai fakta.

"Di situ dikasih narasi yang gak bermutu dan gak sesuai, akhirnya viral, ramai semua media sosial. Untuk yang sebenarnya itu, kita ini content creator Batre TV YouTube, bukan maling," tutur Syahroni.

Penyebaran narasi yang keliru tersebut membuat video itu meluas di berbagai platform dengan persepsi yang berbeda dari kejadian sebenarnya.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.