Erupsi Anak Krakatau Bikin 19 Penerbangan Pekanbaru Batal
Abu Vulkanik Jadi Perhatian Utama
Abu vulkanik menjadi salah satu faktor penting yang harus diperhatikan dalam operasional penerbangan ketika terjadi erupsi gunung api.
Material vulkanik yang tersebar di ruang udara dapat menjadi pertimbangan serius bagi keselamatan penerbangan. Karena itu, maskapai dan pengelola bandara perlu menyesuaikan operasi berdasarkan perkembangan kondisi ruang udara.
Dalam situasi seperti ini, jadwal penerbangan dapat berubah sewaktu-waktu. Penerbangan yang sebelumnya tercatat beroperasi juga dapat mengalami penundaan atau pembatalan apabila kondisi tidak memungkinkan.
Bandara SSK II Pekanbaru pun terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan berbagai pihak untuk menyesuaikan operasional dengan kondisi terbaru.
Penumpang Diminta Jangan Langsung ke Bandara
Dengan bertambahnya penerbangan yang terdampak, calon penumpang diminta tidak hanya mengandalkan jadwal penerbangan yang telah diperoleh sebelumnya.
Manajemen Bandara SSK II meminta masyarakat secara aktif memeriksa kembali status penerbangan kepada maskapai masing-masing.
“Masyarakat yang akan bepergian juga diimbau berkoordinasi langsung dengan pihak maskapai untuk memastikan apakah penerbangannya masih beroperasi, mengalami perubahan jadwal, atau dibatalkan,” jelas Achmad.
Langkah tersebut dinilai penting karena kondisi operasional penerbangan masih dapat berubah mengikuti perkembangan penyebaran abu vulkanik dan kebijakan operasional di Bandara Soekarno-Hatta.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!