Erupsi Anak Krakatau Bikin 19 Penerbangan Pekanbaru Batal

ED
PN
Minggu, 6 September 2026 | 11:55 WIB
Bagikan
Erupsi Anak Krakatau Bikin 19 Penerbangan Pekanbaru Batal
VISI.NEWSErupsi Gunung Anak Krakatau kembali berdampak terhadap aktivitas penerbangan di Indonesia. Penyebaran abu vulkanik atau volcano ash di ruang udara turut memengaruhi operasional penerbangan di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Pekanbaru, Riau.

Hingga pukul 09.39 WIB, Minggu, 6 September 2026, sedikitnya 19 penerbangan dari dan menuju Pekanbaru tercatat mengalami pembatalan.

Pembatalan tersebut terjadi di tengah penyebaran abu vulkanik di ruang udara serta adanya penyesuaian operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta.

Kondisi tersebut membuat sejumlah penerbangan dengan rute Pekanbaru-Jakarta maupun Jakarta-Pekanbaru harus dibatalkan. Keputusan itu diambil dengan pertimbangan utama keselamatan penerbangan, baik bagi penumpang maupun awak pesawat.

General Manager Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Achmad, mengatakan keselamatan menjadi prioritas dalam menghadapi kondisi tersebut.

“Pembatalan penerbangan ini dilakukan guna menjaga keselamatan baik penumpang maupun kru pesawat,” ungkap Achmad.

19 Penerbangan Terdampak

Berdasarkan hasil pemantauan hingga pukul 09.39 WIB, penerbangan yang dibatalkan berasal dari sejumlah maskapai yang melayani rute Pekanbaru-Jakarta dan sebaliknya.

Berikut daftar 19 penerbangan yang terdampak:

  1. Pelita Air 329 rute Pekanbaru (PKU)-Jakarta (CGK).
  2. Pelita Air 320 rute Jakarta (CGK)-Pekanbaru (PKU).
  3. Pelita Air 321 rute Pekanbaru (PKU)-Jakarta (CGK).
  4. Pelita Air 322 rute Jakarta (CGK)-Pekanbaru (PKU).
  5. Pelita Air 323 rute Pekanbaru (PKU)-Jakarta (CGK).
  6. Citilink 936 rute Jakarta (CGK)-Pekanbaru (PKU).
  7. Citilink 937 rute Pekanbaru (PKU)-Jakarta (CGK).
  8. Citilink 932 rute Jakarta (CGK)-Pekanbaru (PKU).
  9. Citilink 933 rute Pekanbaru (PKU)-Jakarta (CGK).
  10. Citilink 939 rute Pekanbaru (PKU)-Jakarta (CGK).
  11. Lion Air 292 rute Jakarta (CGK)-Pekanbaru (PKU).
  12. Lion Air 393 rute Pekanbaru (PKU)-Jakarta (CGK).
  13. Super Air Jet 919 rute Pekanbaru (PKU)-Jakarta (CGK).
  14. Batik Air 6852 rute Jakarta (CGK)-Pekanbaru (PKU).
  15. Batik Air 6857 rute Pekanbaru (PKU)-Jakarta (CGK).
  16. Garuda Indonesia 172 rute Jakarta (CGK)-Pekanbaru (PKU).
  17. Garuda Indonesia 175 rute Pekanbaru (PKU)-Jakarta (CGK).
  18. Garuda Indonesia 174 rute Jakarta (CGK)-Pekanbaru (PKU).
  19. Garuda Indonesia 177 rute Pekanbaru (PKU)-Jakarta (CGK).

Sebagian besar penerbangan yang terdampak merupakan koneksi antara Pekanbaru dan Jakarta. Penyesuaian di kedua bandara tersebut membuat perjalanan penumpang harus mengalami perubahan.

Abu Vulkanik Jadi Perhatian Utama

Abu vulkanik menjadi salah satu faktor penting yang harus diperhatikan dalam operasional penerbangan ketika terjadi erupsi gunung api.

Material vulkanik yang tersebar di ruang udara dapat menjadi pertimbangan serius bagi keselamatan penerbangan. Karena itu, maskapai dan pengelola bandara perlu menyesuaikan operasi berdasarkan perkembangan kondisi ruang udara.

Dalam situasi seperti ini, jadwal penerbangan dapat berubah sewaktu-waktu. Penerbangan yang sebelumnya tercatat beroperasi juga dapat mengalami penundaan atau pembatalan apabila kondisi tidak memungkinkan.

Bandara SSK II Pekanbaru pun terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan berbagai pihak untuk menyesuaikan operasional dengan kondisi terbaru.

Penumpang Diminta Jangan Langsung ke Bandara

Dengan bertambahnya penerbangan yang terdampak, calon penumpang diminta tidak hanya mengandalkan jadwal penerbangan yang telah diperoleh sebelumnya.

Manajemen Bandara SSK II meminta masyarakat secara aktif memeriksa kembali status penerbangan kepada maskapai masing-masing.

“Masyarakat yang akan bepergian juga diimbau berkoordinasi langsung dengan pihak maskapai untuk memastikan apakah penerbangannya masih beroperasi, mengalami perubahan jadwal, atau dibatalkan,” jelas Achmad.

Langkah tersebut dinilai penting karena kondisi operasional penerbangan masih dapat berubah mengikuti perkembangan penyebaran abu vulkanik dan kebijakan operasional di Bandara Soekarno-Hatta.

Penumpang juga disarankan tidak terburu-buru berangkat menuju bandara sebelum memastikan status penerbangannya.

Dengan memastikan informasi terlebih dahulu, penumpang dapat menghindari perjalanan yang tidak perlu apabila penerbangan ternyata mengalami pembatalan atau perubahan jadwal.

Bandara Koordinasi dengan Maskapai

Tim operasional Bandara SSK II Pekanbaru telah melakukan koordinasi dengan maskapai penerbangan serta sejumlah instansi terkait.

Koordinasi dilakukan untuk memastikan penanganan terhadap penumpang yang terkena dampak penundaan maupun pembatalan penerbangan.

Pihak bandara juga melakukan pembaruan informasi secara berkala mengenai penerbangan yang terdampak kondisi erupsi Anak Krakatau.

Dalam kondisi operasional yang dinamis, informasi terbaru menjadi sangat penting bagi calon penumpang. Status penerbangan dapat berubah mengikuti perkembangan situasi di ruang udara maupun keputusan operasional masing-masing maskapai.

Karena itu, calon penumpang sebaiknya menjadikan informasi resmi dari maskapai dan pengelola bandara sebagai acuan utama sebelum melakukan perjalanan.

Keselamatan Tetap Jadi Prioritas

Pembatalan 19 penerbangan tentu berdampak terhadap rencana perjalanan masyarakat. Namun, keputusan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan penerbangan.

Manajemen InJourney Airports Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II menyatakan akan terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan atau stakeholder bandara untuk memberikan pelayanan kepada pengguna jasa yang terdampak.

Penanganan penumpang menjadi salah satu perhatian, terutama mereka yang harus menghadapi perubahan jadwal maupun pembatalan penerbangan.

Pihak bandara juga berharap aktivitas erupsi Anak Krakatau dapat segera mereda sehingga kondisi ruang udara kembali mendukung operasional penerbangan secara normal.

Cek Penerbangan Sebelum Berangkat

Bagi masyarakat yang memiliki jadwal penerbangan melalui Bandara SSK II Pekanbaru pada Minggu, 6 September 2026, pengecekan status penerbangan menjadi langkah yang sangat penting.

Jangan langsung menuju bandara sebelum memastikan penerbangan masih beroperasi. Hubungi maskapai untuk mengetahui apakah jadwal tetap berjalan, mengalami penundaan, perubahan jadwal, atau pembatalan.

Situasi penerbangan masih dapat berubah seiring perkembangan penyebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Dengan terus mengikuti informasi terbaru, penumpang dapat mempersiapkan perjalanan dengan lebih baik sekaligus menghindari kebingungan di tengah kondisi operasional yang belum sepenuhnya normal.

Untuk saat ini, keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama. Sebanyak 19 penerbangan telah dibatalkan hingga pukul 09.39 WIB, dan jumlah penerbangan terdampak masih dapat berubah sesuai perkembangan kondisi ruang udara.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.