Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Eropa Beri Syarat, Ogah Bantu AS di Selat Hormuz

Desi Rossilawati
Jumat, 20 Maret 2026 | 22:00 WIB
Bagikan
Eropa Beri Syarat, Ogah Bantu AS di Selat Hormuz

VISI.NEWS | WASHINGTON – Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan sekutu Eropanya memuncak terkait penanganan konflik di Selat Hormuz. Meski Presiden AS Donald Trump berulang kali mendesak bantuan militer untuk mengamankan jalur pelayaran vital tersebut, negara-negara besar Eropa seperti Italia, Jerman, dan Prancis justru kompak mengajukan syarat berat: gencatan senjata harus terjadi terlebih dahulu.

Berdasarkan laporan per Jumat (20/3/2026), keretakan diplomasi ini mulai terlihat sejak awal pekan. Trump sempat meminta dukungan pada Senin (16/3/2026), namun ditolak mentah-mentah oleh para sekutu NATO pada hari berikutnya. Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menegaskan pihaknya hanya akan bergabung dalam sistem pengawalan jika situasi sudah lebih tenang.

Sikap pasif negara-negara Eropa ini memicu kemarahan Donald Trump. Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Irlandia di Gedung Putih, Trump menyebut penolakan tersebut sebagai kegagalan besar bagi aliansi pertahanan Atlantik Utara tersebut.

"Saya pikir NATO melakukan kesalahan yang sangat bodoh," kata Trump kepada wartawan.

Ia pun mempertanyakan loyalitas para sekutunya di tengah ancaman geopolitik Iran yang kian meningkat.

"Saya sudah lama mengatakan bahwa saya bertanya-tanya apakah NATO akan pernah ada untuk kita. Jadi ini adalah ujian besar."

Meski demikian, Trump menegaskan bahwa Washington tidak ragu untuk bergerak sendiri tanpa bantuan sekutu.

"Kita tidak membutuhkan terlalu banyak bantuan. Kita tidak membutuhkan bantuan apa pun," tegasnya.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.