Eropa Beri Syarat, Ogah Bantu AS di Selat Hormuz
Menanggapi tekanan AS, Presiden Macron justru menyerukan penghentian serangan terhadap infrastruktur sipil, termasuk fasilitas energi yang menjadi target serangan baru-baru ini di Iran dan Qatar. Melalui platform X, Macron menekankan pentingnya melindungi fasilitas publik.
"Demi kepentingan bersama, moratorium serangan yang menargetkan infrastruktur sipil, khususnya infrastruktur energi dan air, harus segera diterapkan," tulis Macron.
Kekuatan internasional yang terdiri dari Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Belanda menyatakan kesiapan mereka untuk memastikan keamanan di Selat Hormuz. Namun, Italia, Jerman, dan Prancis menggarisbawahi bahwa keterlibatan mereka bukanlah bantuan militer langsung di tengah konflik.
Ketiga negara tersebut menekankan bahwa inisiatif multilateral baru akan dilakukan setelah adanya kesepakatan gencatan senjata. Saat ini, blokade yang dilakukan Iran telah melumpuhkan aktivitas pengiriman di selat tersebut, padahal jalur ini merupakan rute bagi seperlima pasokan minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dunia.
Eskalasi yang terus berlanjut tanpa titik temu antara AS dan Eropa ini dikhawatirkan akan memperparah krisis energi global yang tengah menghantui pasar internasional. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!