Epstein Files Dibuka ke Publik, Transparansi Hukum AS Dipertanyakan

ED
Sabtu, 27 Desember 2025 | 09:02 WIB
Bagikan
Epstein Files Dibuka ke Publik, Transparansi Hukum AS Dipertanyakan

Perhatian juga tertuju pada rilis laporan lama yang diajukan Maria Farmer kepada FBI pada 1996. Dalam dokumen tersebut, Farmer melaporkan dugaan ketertarikan Epstein terhadap pornografi anak dan aktivitas seksual ilegal. Selama bertahun-tahun, laporan itu tidak pernah diakui secara terbuka oleh FBI, sehingga Farmer kerap dianggap tidak kredibel.

“Mereka seharusnya malu. Mereka telah menyakiti semua gadis kecil ini,” kata Maria Farmer kepada The New York Times, Senin (22/12/2025). Ia menilai kegagalan aparat menindaklanjuti laporannya telah membuka jalan bagi kejahatan Epstein berlangsung lebih lama dan memakan lebih banyak korban.

Menanggapi kritik publik, Deputi Jaksa Agung AS Todd Blanche menyatakan bahwa DOJ masih akan merilis dokumen tambahan dalam beberapa pekan ke depan. Ia menegaskan penundaan terjadi karena proses peninjauan yang diperlukan untuk melindungi privasi korban dan menjaga keamanan penyelidikan.

“Kami memperkirakan akan merilis lebih banyak dokumen dalam beberapa minggu ke depan,” ujar Blanche. “Kami bekerja tanpa henti untuk memastikan setiap dokumen ditinjau dengan cermat sebelum disampaikan kepada publik Amerika.”

Meski demikian, pernyataan tersebut belum sepenuhnya meredam kekecewaan publik. Banyak pihak menilai keterlambatan dan sensor berlebihan justru menimbulkan kecurigaan bahwa masih ada informasi krusial yang sengaja ditahan.

Kasus Jeffrey Epstein sendiri telah menjadi simbol kegagalan sistem hukum Amerika Serikat. Setelah pertama kali diselidiki pada 2005 dan divonis bersalah pada 2008, Epstein sempat bebas lebih cepat sebelum kembali ditangkap pada 2019. Ia kemudian ditemukan tewas di sel tahanan federal, yang oleh otoritas dinyatakan sebagai bunuh diri. Sementara itu, Ghislaine Maxwell kini menjalani hukuman 20 tahun penjara karena membantu Epstein merekrut dan mengeksploitasi korban.

Perilisan Epstein Files kini menjadi ujian besar bagi pemerintah Amerika Serikat: apakah transparansi hukum benar-benar ditegakkan, atau hanya sebatas janji di atas kertas. @kanaya

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.