Epstein Files Dibuka ke Publik, Transparansi Hukum AS Dipertanyakan
VISI.NEWS | BANDUNG — Perilisan sebagian dokumen kasus Jeffrey Epstein oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (Department of Justice/DOJ) justru memicu gelombang kritik baru dari publik. Dokumen yang dikenal sebagai Epstein Files itu dinilai belum sepenuhnya mencerminkan komitmen transparansi hukum yang dijanjikan pemerintah Amerika Serikat.
Epstein Files merupakan kumpulan ribuan arsip investigasi terkait kasus perdagangan seksual yang melibatkan mendiang pengusaha Jeffrey Epstein dan rekan dekatnya, Ghislaine Maxwell. Berkas tersebut mencakup laporan kepolisian, catatan perjalanan, transkrip dewan juri, hingga dokumentasi visual yang dikumpulkan selama bertahun-tahun penyelidikan.
Sorotan publik menguat setelah Kongres Amerika Serikat mengesahkan Epstein Files Transparency Act pada 19 November 2025. Undang-undang tersebut mewajibkan DOJ membuka seluruh dokumen yang tidak diklasifikasikan paling lambat 30 hari sejak pengesahan, atau pada 19 Desember 2025. Namun, hingga tenggat waktu tersebut berlalu, dokumen yang dirilis ke publik masih terbatas dan sebagian besar disensor.
Kondisi itu memicu reaksi keras dari aktivis dan kelompok masyarakat sipil. Sejumlah media Amerika melaporkan ratusan halaman dokumen disamarkan, bahkan beberapa berkas yang sempat diunggah di situs Epstein Library milik DOJ dilaporkan menghilang. National Public Radio (NPR) mencatat lebih dari selusin dokumen yang diunggah pada Jumat (19/12/2025) tidak lagi dapat diakses pada keesokan harinya.
Salah satu berkas yang paling menyedot perhatian publik adalah dokumen berlabel File 468 yang menampilkan foto Donald Trump bersama Jeffrey Epstein, Melania Trump, dan Ghislaine Maxwell. Meski sebagian foto tokoh terkenal bersama Epstein telah lama beredar di ruang publik, keberadaannya dalam dokumen resmi negara kembali memantik perdebatan soal relasi kekuasaan dan penegakan hukum.
Selain Trump, sejumlah figur publik lain juga muncul dalam dokumen yang sempat dirilis, di antaranya Michael Jackson, Bill Clinton, Richard Branson, Mick Jagger, dan Chris Tucker. Foto-foto tersebut berdampingan dengan transkrip dewan juri serta laporan kepolisian yang menggambarkan luasnya jaringan sosial Epstein.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!