Empat Pelaku Pengeroyokan Pemuda di Surabaya Ditangkap Polisi
Ilustrasi./visi.news/ist.
Menurut Margono, pada Sabtu (30/5/2026) malam, Thomas berpamitan untuk keluar rumah bersama seorang teman. Saat itu, tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan.
“Pamitannya ke saya mau keluar sebentar. Keluar itu kok enggak pulang-pulang,” ujar Margono dalam keterangannya dikutip, Jumat (5/6/2026).
Kekhawatiran keluarga muncul ketika Thomas tak kunjung kembali hingga larut malam. Tak lama kemudian, seorang teman korban datang ke rumah dan mengabarkan bahwa Thomas berada di sebuah klinik.
“Tahu-tahu temannya ke sini mengabarkan Thomas ada di dokter Danu,” katanya.
Saat keluarga tiba di lokasi, kondisi Thomas sudah tidak sadarkan diri. Korban mengalami luka serius di bagian kepala yang diduga akibat tindak kekerasan.
“Sudah enggak sadar, terluka di kepalanya,” tutur Margono.
Sempat Jalani Operasi
Karena fasilitas kesehatan tempat korban pertama kali dirawat merupakan rumah sakit bersalin, Thomas harus dirujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas penanganan trauma yang lebih lengkap. Setelah sempat mengalami kendala mendapatkan ambulans, korban akhirnya dibawa ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya.
Di rumah sakit tersebut, Thomas menjalani sejumlah tindakan medis, termasuk operasi untuk menangani luka yang dideritanya. Namun, upaya tim medis tidak berhasil menyelamatkan nyawanya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!