Gus Fawait Gandeng IKA Unair Percepat Pembangunan Jember 27 Jul 2026 Dari Garut untuk Indonesia, SID Pamerkan Transformasi Digital Layanan Primer 27 Jul 2026 Lia Istifhama Apresiasi Revitalisasi Museum Mandhilaras Pamekasan 27 Jul 2026 AI Ubah Cara Cari Produk, Rekomendasi Manusia Tetap Dorong Pembelian 27 Jul 2026 Pemprov Jatim Perkuat Langkah JFC Menuju Panggung Pariwisata Dunia 27 Jul 2026 Kemenpar Tegaskan JFC Jadi Etalase Pariwisata Indonesia di Mata Dunia 27 Jul 2026 VISI | Sibuk 27 Jul 2026 Dari YouTube ke Timnas Malaysia, Mimpi Wan Kuzain Akhirnya Jadi Nyata 27 Jul 2026 Indonesia Bidik Awal Sempurna, Hadapi Kamboja di Laga Perdana ASEAN Hyundai Cup 2026 27 Jul 2026 Trailer Tabrak Dua Truk dan Motor di Pasuruan, Empat Tewas 27 Jul 2026 Gus Fawait Gandeng IKA Unair Percepat Pembangunan Jember 27 Jul 2026 Dari Garut untuk Indonesia, SID Pamerkan Transformasi Digital Layanan Primer 27 Jul 2026 Lia Istifhama Apresiasi Revitalisasi Museum Mandhilaras Pamekasan 27 Jul 2026 AI Ubah Cara Cari Produk, Rekomendasi Manusia Tetap Dorong Pembelian 27 Jul 2026 Pemprov Jatim Perkuat Langkah JFC Menuju Panggung Pariwisata Dunia 27 Jul 2026 Kemenpar Tegaskan JFC Jadi Etalase Pariwisata Indonesia di Mata Dunia 27 Jul 2026 VISI | Sibuk 27 Jul 2026 Dari YouTube ke Timnas Malaysia, Mimpi Wan Kuzain Akhirnya Jadi Nyata 27 Jul 2026 Indonesia Bidik Awal Sempurna, Hadapi Kamboja di Laga Perdana ASEAN Hyundai Cup 2026 27 Jul 2026 Trailer Tabrak Dua Truk dan Motor di Pasuruan, Empat Tewas 27 Jul 2026

Empat Pelaku Pengeroyokan Pemuda di Surabaya Ditangkap Polisi

Desi Rossilawati
Jumat, 5 Juni 2026 | 23:48 WIB
Bagikan
Empat Pelaku Pengeroyokan Pemuda di Surabaya Ditangkap Polisi

Ilustrasi./visi.news/ist.

VISI.NEWS | SURABAYA - Polisi berhasil mengamankan empat orang yang diduga terlibat dalam kasus pengeroyokan terhadap seorang pemuda bernama Thomas Julius Kristianto (19), warga Kecamatan Tandes, Surabaya. Korban meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif akibat luka berat yang dideritanya.

Kepastian penangkapan tersebut disampaikan Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Hadi Ismanto, pada Jumat (5/6/2026).

Ia membenarkan bahwa empat terduga pelaku telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Ya benar, sudah diamankan empat orang. Berinisial CJF, AAY, KVRL, dan RU,” ujar Hadi dalam keterangannya dikutip, Jumat (5/6/2026).

Meski demikian, pihak kepolisian belum mengungkap secara rinci peran masing-masing pelaku maupun kronologi lengkap kejadian. Penyidik masih mendalami kasus tersebut untuk mengumpulkan fakta dan alat bukti tambahan.

Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Raditya Herlambang, juga membenarkan adanya penangkapan terhadap para terduga pelaku. Namun, ia menegaskan proses penyelidikan masih berlangsung.

“Masih lanjut pemeriksaan. Perkembangan selanjutnya akan diinformasikan oleh humas,” kata Raditya.

Berawal dari Pamit Keluar Rumah

Sementara itu, keluarga korban masih berduka atas kepergian Thomas. Kakek korban, Margono (88), menceritakan momen terakhir sebelum cucunya meninggal dunia.

Menurut Margono, pada Sabtu (30/5/2026) malam, Thomas berpamitan untuk keluar rumah bersama seorang teman. Saat itu, tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan.

“Pamitannya ke saya mau keluar sebentar. Keluar itu kok enggak pulang-pulang,” ujar Margono dalam keterangannya dikutip, Jumat (5/6/2026).

Kekhawatiran keluarga muncul ketika Thomas tak kunjung kembali hingga larut malam. Tak lama kemudian, seorang teman korban datang ke rumah dan mengabarkan bahwa Thomas berada di sebuah klinik.

“Tahu-tahu temannya ke sini mengabarkan Thomas ada di dokter Danu,” katanya.

Saat keluarga tiba di lokasi, kondisi Thomas sudah tidak sadarkan diri. Korban mengalami luka serius di bagian kepala yang diduga akibat tindak kekerasan.

“Sudah enggak sadar, terluka di kepalanya,” tutur Margono.

Sempat Jalani Operasi

Karena fasilitas kesehatan tempat korban pertama kali dirawat merupakan rumah sakit bersalin, Thomas harus dirujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas penanganan trauma yang lebih lengkap. Setelah sempat mengalami kendala mendapatkan ambulans, korban akhirnya dibawa ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Di rumah sakit tersebut, Thomas menjalani sejumlah tindakan medis, termasuk operasi untuk menangani luka yang dideritanya. Namun, upaya tim medis tidak berhasil menyelamatkan nyawanya.

“Meninggal setelah dioperasi pagi tadi sekitar jam 05.00 WIB,” ujar Margono.

Hingga kini, Polrestabes Surabaya masih terus mengembangkan penyelidikan guna mengungkap motif dan kronologi lengkap kasus pengeroyokan yang menewaskan pemuda berusia 19 tahun tersebut. Polisi juga belum menutup kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.