REFLEKSI | Eksistensi Diri
Oleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn.
KEBANGGAAN pada keberadaan diri kita, merupakan bentuk adanya rasa percaya diri, yang menghantarkan pada rasa syukur atas karunia Allah yang kita rasakan dan miliki.
Pengaruh dari rasa percaya diri ini, merupakan perjalanan panjang setelah kita melampaui proses-proses pencarian jati diri kita sebagai seorang hamba...
Hingga akhirnya kita tahu, bagaimana posisi diri kita ketika di tempatkan di tengah masyarakat yang majemuk, yang membuat kita makin yakin, bahwa kita bisa memberi kontribusi kebermanfaatan diri terbaik dan lebih ditengah masyarakat kita, sesuai kapasitas diri yang kita miliki.
Kapasitas diri, sebagai bentuk eksistensi kita, terbentuk bagaimana kita luwes dan luas dalam membangun hubungan baik dengan banyak manusia.
Bisa bermula dari lingkungan setempat, sebagai pengurus lingkungan, lalu ke level yang lebih tinggi lagi, kemudian beranjak naik, dan akhirnya terus ternaiki tangga-tangga pergaulan masyarakat yang lebih tinggi lagi.
Bersyukurlah akan keberadaan teman-teman kita yang saling mendukung. Mereka percaya pada kita, dan kita bisa memperlihatkan kapasitas dan integritas kita yang memang dibutuhkan oleh banyak kalangan, dengan tidak mencederai kepercayaannya itu.
Bersyukurlah atas ilmu yang kita miliki, ilmu membawa kita pada pemahaman, keluasan cara berpikir, pandangan-pandangan, gagasan, ide, dan kreatifitas kita, yang akhirnya bisa menghantarkan kita, mampu mewarnai kehidupan masyarakat yang baik, kondusif, menyenangkan, hingga terasa masyarakat kita menemukan apa yang mereka dambakan dalam berkehidupan sosialnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!