Dulu Disebut MOS, Ini Sejarah MPLS dan Larangan Perploncoan di Sekolah
Editor
Desi Rossilawati
Kamis, 10 Juli 2025 | 19:30 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) kini menjadi agenda wajib bagi siswa baru di seluruh jenjang pendidikan, mulai SD hingga SMA/SMK. Sebelum dikenal sebagai MPLS, kegiatan ini disebut Masa Orientasi Siswa (MOS) atau Masa Orientasi Peserta Didik Baru (MOPD), yang kerap menuai kontroversi karena praktik perploncoan.
Tradisi plonco ini ternyata sudah ada sejak masa penjajahan Belanda dan Jepang. Dalam bahasa Belanda, praktik ini dikenal sebagai ontgroening yang berarti pelatihan kedisiplinan dan pembentukan karakter bagi siswa baru. Istilah 'plonco' sendiri berasal dari kata yang berarti kepala gundul, yang saat itu diidentikkan dengan anak-anak atau orang yang belum dewasa.
Seiring waktu, praktik perploncoan mulai dilarang pemerintah karena dinilai melanggar hak asasi siswa dan kerap disalahgunakan. Pada 2016, Kementerian Pendidikan resmi mengganti MOS menjadi MPLS dengan aturan yang lebih ketat. Kini, MPLS difokuskan untuk membangun karakter, mengenalkan lingkungan sekolah, dan menumbuhkan budaya positif.
Memasuki tahun ajaran 2025/2026, Kemendikdasmen menekankan MPLS yang ramah, inklusif, dan menggembirakan bagi siswa baru. Semua pihak, mulai pemerintah daerah, sekolah, guru, hingga orang tua, diimbau mengawal pelaksanaan MPLS agar aman dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!