Dulu Dibilang Hobi Nenek-Nenek, Merajut Kini Diakui Menyehatkan Otak

Desi Rossilawati
Senin, 9 Februari 2026 | 14:30 WIB
Bagikan
Dulu Dibilang Hobi Nenek-Nenek, Merajut Kini Diakui Menyehatkan Otak

VISI.NEWS | BANDUNG - Aktivitas merajut kini kembali populer, dijadikan hobi, terutama oleh kalangan Gen Z. Namun, ternyata hobi yang dulu sering disebut sebagai 'hobinya nenek-nenek' ini bukan hanya sekadar soal nostalgia.

Dilansir dari National Geographic, Senin (9/2/2026), menurut sebuah Riset, kegiatan seperti merajut mampu membantu menjaga kesehatan otak dalam jangka panjang, termasuk meningkatkan daya ingat, perhatian, fungsi motorik, sekaligus membantu mengatur stres.

Berdasarkan data Eventbrite, minat anak muda terhadap aktivitas 'grannycore' seperti kelas merajut dan lingkaran rajutan meningkat pesat belakangan ini. Dorongan ini disebut berhubungan dengan kejenuhan akibat terlalu banyak aktivitas digital.

Terlepas dari usia atau jenis kelamin, melakukan hobi yang melibatkan aktivitas langsung dan menuntut mental–seperti merajut, mengukir kayu, atau membuat model bisa jadi salah satu cara sederhana untuk membantu menjaga kesehatan otak.

Menurut Emily Sharp, terapis berlisensi di NY Art Therapy, kreativitas sebagaimana merajut yang menggabungkan koordinasi motorik halus, perencanaan kreatif dan gerakan bilateral ritmis, dilakukan dalam kapasitas apapun akan sangat membantu mendukung kesehatan otak.

Sharp mengatakan, stimulasi bilateral tersebut, yang dilakukan dengan penggunaan kedua tangan secara bergantian, serupa dengan apa yang digunakan dalam terapi EMDR. Terapi EMDR adalah metode psikoterapi berbasis bukti yang membantu individu pulih dari pengalaman traumatis. Ia menambahkan, stimulasi semacam itu terbukti menurunkan kadar kortisol, meningkatkan serotonin dan dopamin, serta memperbaiki regulasi emosi. Menurut profesor neurologi di Harvard Medical School sekaligus kepala petugas medis di Linus Health bernama Alvaro Pascual-Leone hal tersebut juga turut melibatkan sistem dopamin. Hal itu penting untuk fokus sekaligus menunda penurunan kognitif seiring bertambahnya usia. Sebuah penelitian yang terbit di Frontiers in Behavioral Neuroscience pada tahun 2024, mendukung pandangan serupa. Hasil penelitian menunjukkan bagaimana aktivitas kreatif ini mengaktifkan jaringan penghargaan dopaminergik otak, terutama di area yang berkaitan erat dengan kesenangan, motivasi, dan suasana hati. Tetapi, efek ini tidak sama dengan lonjakan dopamin akibat aktivitas menggulir layar atau karena gula. Aktivitas merajut memberikan penghargaan lebih lambat dan stabil pada otak.

Manfaat merajut tidak hanya terletak pada aktivitasnya, tetapi juga proses mempelajari hal baru. Pascual-Leone mengatakan, merajut merupakan hal ideal untuk dicoba bagi orang yang belum pernah melakukannya.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.