Duka dan Syukur Iringi Kepulangan Jemaah Haji Kulon Progo Kloter Pertama

Desi Rossilawati
Selasa, 2 Juni 2026 | 16:49 WIB
Bagikan
Duka dan Syukur Iringi Kepulangan Jemaah Haji Kulon Progo Kloter Pertama

Kepulangan jemaah haji./visi.news/Kemenag.

VISI.NEWS | BANDUNG - Kepulangan kloter pertama jemaah haji asal Kulon Progo menghadirkan dua sisi yang berjalan beriringan, yakni rasa syukur atas kembalinya ratusan jemaah dengan selamat serta duka atas satu jemaah yang wafat dan dua lainnya yang masih menjalani perawatan di Arab Saudi. Situasi tersebut mencerminkan dinamika perjalanan ibadah haji yang tidak hanya menjadi pengalaman spiritual, tetapi juga ujian fisik yang berat, terutama bagi jemaah lanjut usia.

Dari total 360 jemaah yang berangkat tahun ini, sebanyak 357 orang berhasil kembali ke tanah air. Satu jemaah bernama Ngadikin, warga Plumbon, wafat di Arab Saudi. Sementara dua jemaah lainnya, Jalal Amat Iman dan Sabilah Somowijiyo, belum dapat pulang karena masih menjalani perawatan medis.

"Yang sakit dua, masih tertinggal di sana. Yang satu sudah mendahului kita, dan yang kondur ini, insyaallah semuanya sehat," kata Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan dalam keterangannya dikutip, Selasa (2/6/2026).

Dalam konteks penyelenggaraan haji, kondisi tersebut menunjukkan bahwa faktor kesehatan masih menjadi tantangan utama, terutama mengingat banyaknya jemaah berusia lanjut yang harus menjalani aktivitas ibadah dengan intensitas tinggi serta menghadapi kondisi cuaca ekstrem di Arab Saudi.

Meski demikian, secara umum proses pemulangan berlangsung lancar. Bandara Internasional Yogyakarta yang kini berfungsi sebagai debarkasi memberikan kemudahan bagi jemaah untuk langsung kembali ke daerah asal. Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan dan administrasi, rombongan diberangkatkan menuju Masjid Agung Kulon Progo untuk mengikuti prosesi penyambutan.

Ratusan anggota keluarga tampak memadati area masjid sejak pagi hari. Momen tersebut memperlihatkan besarnya makna kepulangan haji bagi masyarakat, bukan hanya sebagai perjalanan ibadah, tetapi juga peristiwa sosial yang mempererat hubungan keluarga dan komunitas.

Bupati Agung mengingatkan bahwa kemabruran haji tidak cukup ditandai dengan penyematan gelar semata, melainkan harus tercermin dalam perilaku sehari hari yang lebih baik, termasuk meningkatnya kepedulian sosial dan semangat persaudaraan di tengah masyarakat.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.